Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Cerita Pilu Keluarga Diduga Korban Salah Tangkap Polisi di Pohuwato; Ayah Saya Hanya Lewat Hendak Ambil Upah, Kini Jadi Tersangka

by NN Indonesia
6 Oktober 2023
in Daerah, Gorontalo, Headline
Reading Time: 3 mins read

POHUWATO-NN– Sungguh malang nasib yang dialami Arjun Jakatara (52) warga Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Dirinya diduga menjadi korban salah tangkap oleh APH atas kejadian unjuk rasa oleh masyarakat penambang pada 21 September 2023 lalu.

Diketahui, Arjun saat itu hanya pergi untuk menerima upahnya sebagai buruh tani jagung. Saat itu, situasi unjuk rasa sudah tidak kondusif sehingga dirinya tak sempat lagi melakukan pembelaan apalagi perlawanan saat diseret petugas dari depan Kampus Universitas Pohuwato menuju Mapolres Pohuwato.

Parahnya, menurut saksi mata yang melihat, bagaimana bertubi-tubi pukulan, tendangan hingga hantaman senjata milik oknum petugas mendarat di tubuh kakek paruh baya itu.

“Waktu penangkapan itu saya ada, saya lihat sendiri mereka injang, dipolungku (pukul), di ini dengan senjata, pokoknya semua dorang pe pukulan dorang jalankan waktu itu. Sampai darah di mulut, hidung, lewat telinga saya lihat. Saya coba mau jelaskan kalau dia (Arjun) tidak ikut demo, bukan penambang, mereka tetap bilang “ah tidak mungkin”. Malah saya diancam, kalau ikut campur saya juga dibawa, maka dari itu saya mundur meskipun anak saya juga dibawa,” ungkap Haris yang merupakan juragan jagung tempat Arjun bekerja, kamis (05/10/2023).

Haris menuturkan, pada saat itu, Arjun bersama beberapa buruh tani lainya baru saja selesai memanen jagung miliknya yang berada di Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa. Arjun dan beberapa pekerja bersepakat untuk menerima upah di salah satu rumah yang berada di depan Universitas Pohuwato, tak jauh dari Polres Pohuwato.

“Selesai kerja sekitar jam 1 siang, turun ke kampung itu jam 3 dan sekitar setengah 4 saya kasih terima gaji. Setelah terima gaji, tiba-tiba massa lari ke lorong di depan kampus karena dikejar polisi. Saya dan yang lain lari ke dalam, Nah Arjun dengan anak saya bertahan dijalan karena menganggap tidak melakukan apa-apa, Tiba-tiba mereka ditangkap. Dia (arjun) dituduh melakukan perusakan di gunung, sedangkan itu kejadian jam berapa dan dia (Arjun) itu jam 1 baru selesai kerja dengan saya. Itu saya cari tahu kenapa sudah jadi begini apakah orang bodok diperbodok. Apalgi sudah tua begitu,” ungkapnya kesal.

Sementara itu, Santi Jakatara anak korban, dengan terisak menceritakan bagaimana ayahnya dari balik jendela ruangan Polres mengungkapkan proses pemeriksaan yang membuatnya mengakui perbuatan yang sama sekali tak dilakukannya.

Kata Santi, ayahnya ditendang, dipukuli hingga akhirnya mengakuinya lantaran tak tahan lagi dengan rasa sakit yang diderita.

“Ada tanya sama ti papa kenapa so ba cap jempol, dijawab Madidu otahangiya’u no’u (sudah tidak tahan lagi). Dari jendela dia peragakan bagaimana dia dipukul di perut, tendang dikepala, belakang, semua dorang mo ba pukul akan. Ti papa bilang sampe totofore, so minta ampun sampe so mangaku. Bikin saya sedih, ti papa lihat torang manangis dia cuma bilang tidak apa nou, tidak apa, sudah saja,” cerita Santi sambil terisak.

Lain halnya dengan Yanti, anak Arjun yang satunya. Kata dia, saat berkunjung ke Polres Pohuwato untuk membesuk, dirinya dan keluarga kaget tiba-tiba disodori surat oleh aparat kepolisian yang menetapkan Arjun sebagai tersangka dimana surat tersebut sudah dibubuhi cap jempol Arjun. Keluarga pun protes lantaran Arjun yang tak tahu baca-tulis tiba-tiba menyertakan cap jempol dalam surat tersebut.

“Saya baku banta akan pa dorang (Polisi) kemarin itu karena ti sebe ini kasian tidak tahu ba baca, tidak ada sekolah kenapa tiba-tiba dia ba cap jempol. Saya tanya lagi sama ti papa, dia jawab tidak mo ba cap jempol kata dorang mo kase sakit, mo dipukul. Ba priksa sambil ba pukul. Dia jawab tidak dorang pukul lagi. Jadi terpaksa mengaku ikut demo supaya tidak dipukul lagi. Nanti itu dia dipindah diruang tahanan. Padahal dia ini kasian sudah satu minggu ini hanya ba kupas milu di Bongo,” tukasnya.

Pihak keluarga pun kata Yanti baru mengetahui ayahnya ditangkap Polisi saat vidio yang memperlihatkan para tersangka kericuhan demo 21 September kemarin beredar di media sosial. Keluarga pun sy

Pihak keluarga pun kata Yanti baru mengetahui ayahnya ditangkap Polisi saat vidio yang memperlihatkan para tersangka kericuhan demo 21 September kemarin beredar di media sosial. Keluarga pun syok melihat kondisi sang Ayah diborgol dan sudah berlumuran darah.

Hingga saat ini, kelurga Arjun Jakatara pun masih belum tahu kelanjutan dari kasus yang disangkakan kepada Arjun. Berbagai upaya pun dilakukan agar Arjun bisa kembali ditengah-tengah keluarga, namun belum juga membuahkan hasil.

Menanggapi dugaan kekerasan yang diduga dilakukan anggotanya saat aksi unjukrasa 21 September lalu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, memastikan hal itu tidak terjadi sebagaimana informasi yang telah beredar saat ini. Namun demikian, jika benar ditemukan adanya tindakan tersebut dirinya mempersilahkan para pihak untuk menempuh jalur hukum.

“Para pelaku yang diamankan saat unjuk rasa itukan keadaan kita lagi Chaos, situasi lagi kacau, otomatis disitu ada gesekan-gesekan antara petugas pengamanan dengan massa aksi. Mungkin disitu ada yang jatuh, terpeleset, kena baru ya kita tidak tahu. Intinya dalam penyidikan penyelidikan, proses tidak ada kekerasan. Kalau di temukan ya silahkan ditempuh dengan jalur hukum,” urai Kombes Pol Desmont, saat ditemui, Sabtu (30/9/2023).

Terkait ditetapkan sejumlah warga sebagai tersangka, pihaknya menghimbau agar semua pihak bisa menghormati dan menghargai proses hukum yang berlaku.

“Tidak serta merta langsung membebaskan, karena memang sudah ada alat bukti yang kita punyai dan sudah memberatkan dan sudah dijadikan tersangka, kalau langsung dibebaskan otomatis kita melanggar aturan yang sudah ada. Nanti kita lihat, cek sampai sejauh mana perkembangan dari penyidikan ini, seperti itu,” ungkap Kabid Humad Polda Gorontalo.(mus/NN)

Tags: Demo PohuwatoKorban Salah Tangkap
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Headline

200 Paket Sembako untuk Warga Boalemo

22 Mei 2026
f.hms
Headline

Wagub Idah ke Duta Bahasa; Literasi itu Penting!

22 Mei 2026
f.hms
Headline

Cegah Korupsi dari Lingkungan Keluarga

22 Mei 2026
Next Post

Nelson Pomalingo Beri Semangat Pohuwato Bangkit

Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid. (foto. prokopim)

Melihat Semangat GERKATI Gorontalo, Sekda Ismail Ungkap Pujian & Rasa Haru

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Cerita Pilu Keluarga Diduga Korban Salah Tangkap Polisi di Pohuwato; Ayah Saya Hanya Lewat Hendak Ambil Upah, Kini Jadi Tersangka

3 tahun ago
Bupati Pohuwato saat ikut menyaksikan langsung lauching program Aplikasi Simontok dari Dinas Dukcapil Pohuwato. (f. Humas Pemkab)

Aplikasi “Simontok” Dinas Dukcapil Pohuwato Menuai Apresiasi Bupati

5 tahun ago
Felni Ruiba, operator alat berat perempuan pertama di PGM

Melepas Bayang PETI: Kisah Felni Ruiba, Putri Lokal Pohuwato yang Kini Taklukkan Alat Berat di Pani Gold Mine

3 minggu ago
Pemkot Gorontalo Resmi Mengganti sejumlah nama ruas jalan. (Sumber foto : wsy/dsh)

Jalan Palma Ganti Nama, Masyarakat Kota Gorontalo : Kira Ganti Aspal

4 hari ago
f.hms

Cegah Korupsi dari Lingkungan Keluarga

2 hari ago
Putra daerah Pohuwato yang bekerja di PGM

Pani Gold Mine Cetak Operator Big Fleet dari Putra Daerah Pohuwato

1 minggu ago

Maknai Bulan Kemerdekaan, Begini Pesan dr. Alaluddin Lapananda

4 tahun ago
f.ist

Mudik Nataru, Pemerintah Beri Diskon 13 Persen Tiket Pesawat

5 bulan ago
f.ist

Warning untuk SPPG, Wagub Gorontalo; Harus Profesional dan Bertanggungjawab!

4 bulan ago
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau langsung ketersediaan sembako di Gorontalo.(f.hms)

Ketersediaan Sembako di Gorontalo Aman Hingga Lebaran

3 bulan ago

Terbaru

Headline

200 Paket Sembako untuk Warga Boalemo

by NN Indonesia
22 Mei 2026
0

NN, GORONTALO- Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, mewakili Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie,...

f.hms

Wagub Idah ke Duta Bahasa; Literasi itu Penting!

22 Mei 2026
f.hms

Cegah Korupsi dari Lingkungan Keluarga

22 Mei 2026
f.hms

Gusnar Ismail Bumikan Indonesia Asri di Gorontalo

22 Mei 2026
f.hms

Penas Petani Nelayan ke XVII Terus Dimatangkan

21 Mei 2026
f.kominfo

Gubernur Gusnar Dukung Temu Jurnalis Gorontalo

21 Mei 2026
f.kominfo

Pemprov Gorontalo Suntik Pelaku UMKM di Kabgor dan Gorut

21 Mei 2026
f.hms

Tampil Sederhana Saja

21 Mei 2026
Gubernur Gusnar Ismail saat beraudiensi dengan Jurnalis Gorontalo.

Gubernur Gusnar Dukung Penuh Temu Jurnalis, Libatkan Pelajar dan Mahasiswa

21 Mei 2026
f.hm/nn

Kejari Kotamobagu Musnahkan Barang Bukti dari Berbagai Tindak Pidana 

21 Mei 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.