
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Geliat usaha kuliner di Kota Gorontalo semakin menunjukkan potensi besar dalam menciptakan ruang ekonomi baru.
Buktinya, perputaran usaha di salah satu kawasan street food yang ada di Kota Gorontalo mencatat sekitar1.8 Miliar hanya dalam beberapa bulan saja.
Angka tersebut menjadi gambaran bagaimana aktivitas kuliner mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya kalangan wirausaha muda.
Fenomena tersebut kemudian mendapat ruang lebih luas melalui Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 yang berlangsung dari tanggal 11-13 September 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC) Kota Gorontalo.
Even tahunan yang digagas Bank Indonesia Provinsi Gorontalo berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo ini terus memperkuat ruang tumbuh bagi UMKM.
Ada sekitar 75 UMKM kuliner, termasuk pelaku street food di kawasan Jalan Andalas, Kota Gorontalo yang diberi ruang dalam memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen lebih luas.
Event ini tentu saja tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi wadah bertemunya kreativitas, produk lokal, dan peluang pasar.
Kehadiran pelaku usaha muda menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi generasi baru untuk masuk dan berkembang di sektor ekonomi kreatif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana melalui kegiatan tersebut mendorong agar geliat ekonomi yang muncul dari sektor kuliner dapat terus berkembang. Tidak hanya itu, UMKM juga didorong dapat meningkatkan kualitas produk dan kemasan, mengadopsi pembayaran digital untuk meningkatkan transaksi, serta mengelola usaha secara profesional.
“Bank Indonesia senantiasa bersama-sama dengan Pemerintah Kota Gorontalo mengembangkan dan mendorong UMKM untuk terus tumbuh. Kami yakin, di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota, UMKM di Kota Gorontalo semakin maju,” ujar Bambang.
Kehadiran 165 UMKM binaan Bank Indonesia dalam rangkaian HARFEST turut memperluas ekosistem tersebut. Festival menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring, membaca peluang pasar, serta mengembangkan produk agar semakin kompetitif.
Perputaran Rp1,8 miliar di kawasan street food menjadi sinyal bahwa ruang-ruang ekonomi baru di Kota Gorontalo memiliki potensi untuk terus tumbuh.
Sementara HARFEST 2026 hadir sebagai salah satu wadah untuk mempertemukan potensi tersebut dengan pasar.
Masyarakat juga diajak untuk meramaikan Festival Kuliner HARFEST 2026 hingga 13 September 2026 di GPCC. Kehadiran pengunjung menjadi dukungan nyata bagi UMKM kuliner dan produk lokal, sehingga menjadikan UMKM Gorontalo semakin berdaya saing dan mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.(*)


















