
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat pembangunan sektor unggulan melalui pengembangan kawasan transmigrasi terintegrasi berbasis hilirisasi peternakan unggas di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Pongoliu, mengatakan bahwa kawasan Pulubala memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra peternakan unggas terintegrasi.
“Pengembangan ini mencakup tiga desa strategis, yakni Desa Ayumolingo, Desa Puncak, dan Desa Bukit Aren, yang memiliki potensi kuat di sektor pertanian dan peternakan,” ujar Wardoyo.
Ia menjelaskan, Desa Ayumolingo sebagai Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) telah dihuni sekitar 275 kepala keluarga dengan luas wilayah 880,87 hektare, di mana sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan peternakan.
Sementara itu, Desa Puncak memiliki luas sekitar 665 hektare dengan 155 kepala keluarga transmigran, serta didukung lahan persawahan dan ratusan petani aktif. Adapun Desa Bukit Aren memiliki luas sekitar 787 hektare dengan lebih dari 150 kepala keluarga transmigran, serta masih memiliki peluang pengembangan bagi penambahan warga baru.
“Secara keseluruhan, total potensi lahan di tiga kawasan ini mencapai sekitar 1.400 hingga 1.600 hektare. Ini sangat strategis untuk mendukung hilirisasi peternakan unggas, mulai dari produksi hingga pengolahan dan distribusi,” jelasnya.
Wardoyo menambahkan, pengembangan kawasan transmigrasi berbasis hilirisasi ini diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami akan terus mendorong sinergi lintas sektor agar pengembangan kawasan ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

















