
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Pemerintah Daerah Pohuwato menghimbau agar masyarakat tidak terlalu percaya berita-berita
hoax yang beredar di media sosial terkait efek samping yang dihasilkan oleh vaksin.
Terbukti, dari 1002 jumlah orang yang divaksin tiga hari yang lalu, tidak ada satupun yang mengalami gejala serius seperti isu-isu yang beredar sekarang.
Hal itu disampaikan Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, saat meninjau pelayanan vaksinasi di Puskesmas Motolohu Kecamatan Randangan, Kamis (02/09/2021).
“Dari 1002 yang divaksin, alhamdulillah gejalanya tidak seperti berita-berita yang beredar di medsos, karena hingga kini tidak ada dari jumlah yang divaksin itu mengalami gejala yang menghawatirkan dan kini sudah memasuki hari ketiga,” ungkap Saipul.
Saipul juga menjelaskan bahwa, pelayanan vaksinasi untuk wilayah di wilayah Pohuwato telah dilakukan ditiap-tiap puskesmas yang ada di 13 kecamatan.
Sehingganya masyarakat diminta untuk partisipasinya melakukan vaksinasi. Karena disampaikan melawan isu-isu hoax tentang vaksinasi, antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksinasi juga diharapkan seperti halnya pada vaksinasi yang berlangsung di Mapolres Pohuwato yang bisa menembus angka 1002 orang.
“Kini pelayanan vaksinasi sudah dilakukan ditiap puskesmas di 13 kecamatan, oleh karena itu diharapkan kepada seluruh masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam vaksinasi ini serta bersama-sama melawan hoax,” pinta ka Epo.
Disamping itu, Bupati Saipul juga mohon bantuan dari bapak ibu yang hadir untuk mengajak para anak-anak, karena sekarang kelompok umur 12-17 tahun sudah boleh di vaksin. Bahkan yang hamil pun sudah bisa melakukan vaksinasi saat ini.
“Diharapkan kepada bapak ibu agar dapat mengajak keluarga terutama suami/istri dan anak-anak, karena setelah ini akan ada vaksin massal di lapangan Salafiyah Syafi’iyah Randangan dalam waktu dekat. Olehnya diharapkan kesadaran sendiri masyarakat bisa datang,” pinta Bupati Saipul sembari menutup sambutannya.(adv/mus)






















