
NN – Pembukaan pembelajaran perdana program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2023 resmi dibuka. Pembukaan PKW secara perdana resmi dibuka oleh Wartanto selaku Direktur Kursus dan Pelatihan (Dirsuslat) yang digelar Senin, 22 Maret 2023.
Pembukaan ini ditandai dengan dimulainya pembelajaran PKW di Lembaga Pelatihan Khusus (LKP) di seluruh Indonesia. Pembukaan perdana tersebut diselenggarakan serentak melalui pertemuan daring melalui Zoom dan siaran langsung dari Kanal Youtube Kursuskita.
Terdapat lima lembaga pelatihan yang berpartisipasi dan menjadi perwakilan dalam pembukaan ini, diantaranya 1) LKP Nuning dari Kota Cimahi, Jawa Barat; 2) LKP Berlian Salon dan SPA dari Kabupaten Lombok Tengah, NTB; 3) LKP Kiara dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah; 4) LKP Tatik Modes dari Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur; dan 5) LKP Rahman Komputer dari Kota Bengkulu. Perta didik yang menjadi sasaran program PKW tahun 2023 sebanyak 7.910 orang.
Program PKW menjadi salah satu program prioritas Direktor Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Program ini, diharapkan para peserta didik akan mendapatkan kurikulum yang mencakup pendidikan karakter kewirausahaan, pendidikan keterampilan, pemasaran dan akses permodalan, pengelolaan hasil usaha, dan keselamatan serta kesehatan kerja.
Wartanto, mengharapkan agar program PKW ini dapat mengubah pola pikir (mindset) peserta didik dari bekerja berubah menjadi membuka lapangan pekerjaan. Program PKW tahap satu mendapatkan bantuan dana senilai Rp47 miliar, ungkap Kastum, selaku Ketua Pokja PKW.
“Untuk program PKW tahun ini hanya terdapat kategori silver. Pembiayaan kategori silver dengan rentang dana bantuan Rp3–6 juta/peserta didik,” tutur Kastum dalam laporannya.
Pelaksanaan program PKW 2023 berlangsung sepanjang Maret sampai November. Dengan monitoring yang akan dimulai bulan Juni. Lima besar jenis keterampilan dengan peminat terbanyak antara lain, tata busana, tata rias pengantin, desain grafis, pastry and bakery, dan barista.
Pendekatan “4 in 1” dilakukan sebagai upaya menyukseskan program PKW 2022. Pendekatan tersebut merupakan identifikasi peluang usaha dan peserta didik, pembelajaran kewirausahaan dan keterampilan, evaluasi hasil pembelajaran, serta perintisan dan pendampingan rintisan usaha. Dari proses tersebut, diharapkan penyiapan calon-calon wirausahawan muda ini benar-benar dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir untuk memastikan kualitas SDM yang dihasilkan.
“Kami berharap, dengan dimulainya pembelajaran ini, Direktorat Kursus dan Pelatihan dapat melaksanakan secara optimal komitmen kami untuk turut menghadirkan para perintis usaha yang kompeten yang memiliki keahlian dan kemampuan serta semangat wirausaha untuk turut memajukan ekonomi bangsa,” tegasnya.
Kegiatan pembukaan ini ditutup dengan dialog antara lima perwakilan LKP dengan Direktur Kursus dan Pelatihan. Dialog tersebut pun dihadiri oleh perwakilan industri, dunia usaha, dan dunia kerja (Iduka) serta pemerintah daerah di masing-masing lembaga. Melalui dialog tersebut, terangkum capaian-capaian yang sudah diperoleh dari LKP penyelenggara sekaligus strategi apa yang akan digunakan dalam pembelajaran PKW 2023.
Sebagai contoh, untuk bidang keterampilan barista, LKP Kiara yang juga memiliki fokus di bidang hospitality membuat strategi kewirausahaan agar peserta didik yang dapat merintis usahanya bisa sukses menjadi barista.
Ida Zulaekhah, Direktur LKP Kiara menyampaikan bahwa target pasar untuk perintisan usaha peserta didik adalah generasi milenial dan anak-anak muda.
“Maka dari itu, pembelajaran yang akan diajarkan dalam PKW 2023 di LKP Kiara adalah membuat kopi dan minuman kekinian. Salah satu teknik penyeduhan kopi yang diajarkan adalah manual brew,” pungkas Ida. (rls/pt)



















