
NewsNesia.id – Program Dua Ekor Sapi Untuk Satu Kepala Keluarga di Bone Bolango adalah sebuah Komitmen Ismet Mile Risman Tolingguhu yang dituangkan dalam Visi Misi Paket IRIS.
Manfaatnya selain memperkuat ketahanan pangan dan peluang ekonomi, ternak sapi juga dapat dijadikan sebagai sumber tenaga kerja, serta tabungan dimasa yang akan datang bagi warga Bone Bolango.
Program ini tidak sulit bagi Paslon IRIS di Bone Bolango untuk dijadikan sebagai perwujudan yang nyata dan bukan sekedar janji serta harapan palsu.
“Sebab hal ini merupakan lanjutan keberhasilan yang pernah dibuktikan oleh Calon Bupati Ismet Mile pada periode sebelumnya,” ungkap jubir dan tim penasehat Hukum IRIS, Fanly Katili.
Sehingga menurut Fanly, perlu ditegaskan kembali ke Ketua DPRD yang juga Ketua Tim Paket Mulus, Faisal Yunus untuk tidak perlu Risau ataupun panik akan prospek keberhasilan Program IRIS.
“Jauh sebelum dia (Faisal Yunus) masuk dunia pemerintahan yang pada saat program ini berhasil, mungkin Faisal saat itu masih duduk di bangku SMA, masih sekolah Sehingga tudingan bahwa Program IRIS Tidak Rasional atau sebuah tipuan, hanya semakin mempertegas ketidakmampuannya dalam menganalisa Program,” tutur pria yang akrab disapa Fanka itu.
Fanka juga curiga, Faisal memang tidak paham dalam menjabarkan Program atau mungkin memang tidak ada Program dari pihaknya (Mulus) yang dapat jadi program pembanding setara dengan program IRIS yang merakyat.
“Apakah Program Dua Ekor Sapi IRIS untuk Rakyat ini memang benar-benar terlalu Seksi dimata Faisal dan tim, sehingga melayangkan tudingan pada program calon lain yang jelas-jelas telah terbukti keberhasilannya,” tambahnya.
Terakhir Fanka berpesan agar Faisal Yunus lebih berfokus pada program-program yang masih dalam bentuk janji manis yang disampaikan oleh paslonnya karena itu lebih berpotensi sebagai penipuan jika tidak direalisasikan.
“Karena kalau soal bantuan Sapi, InsyaAllah itu sudah teruji dan berhasil dijalankan, IRIS hanya akan melanjutkan, sementara program dari pihak sana kan masih dalam bentuk janji manis, nah ini lebih besar potensi penipuannya,” tegas Fanly.


















