
POHUWATO-NN– Salah satu fasilitas kesehatan di Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato disegel oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris dari lahan yang dijadikan fasilitas kesehatan tersebut.
Akibat dari aksi penyegelan itu, pelayanan kesehatan terhenti sementara. Pasien yang hendak berobat terpaksa dipulangkan atau dialihkan ke fasilitas kesehatan lain, seperti di RS Bumi Panua.
Kepala Puskesmas Lemito, Serly Febriyanti Soga mengaku, sangat menyayangkan kejadian ini. Ia menjelaskan penyegelan tidak hanya menghambat layanan pengobatan umum, tetapi juga kegiatan penting seperti imunisasi balita, pemeriksaan ibu hamil, serta program pengendalian penyakit menular.
“Kami sangat prihatin karena masyarakat menjadi korban, masyarakat butuh pelayanan kesehatan kami langsung rujuk RS Bumi Panua Pohuwato,” ujar Serly, Senin (28/07/2025).
Serly menuturkan, awalnya Puskesmas Lemito hanya ditutup pintu gerbang, sehingga mereka hanya melewati pekarangan rumah warga sekitar.
“Puskesmas disegel ahli waris sudah enam hari hingga sekarang. Awalnya hanya pintu gerbang ditutup Ahli waris, sekarang dengan pintu masuk disegel dengan rantai,” tutup Serly.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Kesehatan belum memberikan keterangan resmi mencari jalan keluar terbaik agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan seperti biasa.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, penyegelan dilakukan oleh keluarga ahli waris yang mengklaim bahwa, lahan Puskesmas Lemito masih milik mereka dan belum diselesaikan secara hukum maupun administratif oleh pemerintah daerah.
Terlihat dalam video berdurasi 2,5 menit, ahli waris diketahui, Wirda Olii, menyegel pintu utama Puskesmas Lemito dengan rantai. Sehingga masyarakat butuh pelayanan langsung di rujuk ke RS Bumi Panua Pohuwato.(Mus)
























