Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Headline

Dosen NU & Muhammadiyah Kolaborasi Nulis Buku Green Economy Concept

by NN Indonesia
25 Agustus 2025
in Headline, Pendidikan
Reading Time: 2 mins read

newsnesia.id- Krisis lingkungan di Indonesia semakin terasa nyata. Dari hutan yang gundul akibat tambang hingga sungai-sungai yang tercemar limbah industri, wajah bumi Nusantara menunjukkan luka yang tidak kecil. Data dari BPK menegaskan bahwa banyak lahan bekas tambang belum direklamasi, sementara laporan akademis mengingatkan ancaman kerusakan ekologis yang terus meningkat. Realitas ini menuntut gagasan baru tentang bagaimana ekonomi dapat tumbuh tanpa merusak alam.
Di tengah keprihatinan tersebut, lahir sebuah karya akademik yang menarik: Green Economy Concept: Mengulik Etika Bisnis dan Bisnis Berkelanjutan di Indonesia. Buku ini ditulis secara kolaboratif oleh empat akademisi lintas kampus dan latar belakang organisasi: Dr. Rismawati Universitas Muhammadiyah Palopo dan Abin Suarsa dari Universitas Muhammadiyah Bandung, serta Monika Handayani Politeknik Negeri Banjarmasin dan Muhammad Aras Prabowo dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia. Kolaborasi ini bukan hanya menyatukan dua perspektif kampus, tetapi juga memperlihatkan bagaimana NU dan Muhammadiyah mampu bertemu di jalur intelektual untuk isu yang lebih luas: keberlanjutan bumi.
Isi buku ini disusun sistematis, dimulai dari pengantar tentang etika bisnis, prinsip-prinsip teoritis, hingga praktiknya dalam konteks Indonesia. Setiap bab menghadirkan analisis mendalam, misalnya mengenai tanggung jawab sosial perusahaan, transparansi pelaporan keberlanjutan, hingga manajemen rantai pasok yang ramah lingkungan. Lebih jauh lagi, para penulis juga menyajikan proyeksi mengenai masa depan model bisnis berkelanjutan di Indonesia.
“Akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan keberlanjutan tidak boleh berhenti sebagai jargon. Ia harus menjadi landasan nyata dalam praktik bisnis yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat,” ungkap Dr. Rismawati, Dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Palopo, ketika menjelaskan motivasinya menulis buku ini.
Sementara itu, Muhammad Aras Prabowo, Dosen Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, menekankan pentingnya menjembatani teori dan praktik. “Kami mencoba menghubungkan kerangka etika dengan studi kasus nyata di Indonesia, agar pembahasan green economy ini tidak hanya idealis, tetapi juga bisa dipraktikkan dalam dunia bisnis dan kebijakan,” ujarnya.
Narasi dalam buku ini terasa relevan jika dikaitkan dengan kondisi Indonesia hari ini. Banyak perusahaan tambang yang hanya memikirkan keuntungan jangka pendek tanpa memulihkan kerusakan ekosistem. Konflik sosial akibat perebutan lahan, air yang tercemar, dan udara yang memburuk adalah dampak yang kini harus ditanggung masyarakat. Dengan menimbang daftar isi buku ini, jelas terlihat bahwa para penulis ingin menawarkan jalan keluar: bagaimana etika bisnis, keberlanjutan, dan pelaporan akuntansi dapat bersinergi untuk membangun model ekonomi hijau yang lebih adil.
Kolaborasi ini juga menarik secara simbolik. NU dan Muhammadiyah, dua organisasi besar yang sering dianggap berbeda dalam banyak hal, justru bersatu di ranah akademik untuk isu yang mendesak bagi bangsa. Buku ini tidak hanya menambah khazanah literatur bisnis berkelanjutan, tetapi juga menjadi cermin bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa menyatukan berbagai latar belakang.
Pada akhirnya, Green Economy Concept bukan sekadar buku teks. Ia adalah seruan moral, sekaligus tawaran solusi, agar Indonesia tidak terus-menerus terjebak dalam dilema klasik antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam. Dari ruang kuliah hingga meja perundingan kebijakan, karya ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa ekonomi hijau bukanlah pilihan sampingan, melainkan keniscayaan bagi masa depan negeri.(rls)
Tags: Ekonomi Koncept
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Headline

200 Paket Sembako untuk Warga Boalemo

22 Mei 2026
f.hms
Headline

Wagub Idah ke Duta Bahasa; Literasi itu Penting!

22 Mei 2026
f.hms
Headline

Cegah Korupsi dari Lingkungan Keluarga

22 Mei 2026
Next Post

Danantara Indonesia Luncurkan Top Gun Leadership Camp

Rapat persiapan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pemda Pohuwato dan Lembaga Adat Gelar Rapat Persiapan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Dosen NU & Muhammadiyah Kolaborasi Nulis Buku Green Economy Concept

9 bulan ago

Pendaftaran Magang Dalam Negeri Mulai Dibuka, Cek Syaratnya Disini

11 bulan ago
Pemkot Gorontalo Resmi Mengganti sejumlah nama ruas jalan. (Sumber foto : wsy/dsh)

Jalan Palma Ganti Nama, Masyarakat Kota Gorontalo : Kira Ganti Aspal

4 hari ago
f.kominfo

Pemprov Gorontalo Suntik Pelaku UMKM di Kabgor dan Gorut

2 hari ago
f.hms

Cegah Korupsi dari Lingkungan Keluarga

1 hari ago
f.hms

Wamenaker Minta Perusahaan Konsisten Jalankan Norma Ketenagakerjaan agar Pekerja Terlindungi

4 bulan ago
Felni Ruiba, operator alat berat perempuan pertama di PGM

Melepas Bayang PETI: Kisah Felni Ruiba, Putri Lokal Pohuwato yang Kini Taklukkan Alat Berat di Pani Gold Mine

3 minggu ago
f.ist

Mudik Nataru, Pemerintah Beri Diskon 13 Persen Tiket Pesawat

5 bulan ago
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu memberikan cenderamata kepada pejabat lama Kapolres Gorut AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution. (foto.ist)

Pemda Gorut Apresiasi Keberhasilan AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution

3 tahun ago
UPTD BLK Provinsi Gorontalo membuka pendaftaran untuk ikut Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I tahun 2024.

BLK Provinsi Buka Pendaftaran Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I Tahun 2024

2 tahun ago

Terbaru

Headline

200 Paket Sembako untuk Warga Boalemo

by NN Indonesia
22 Mei 2026
0

NN, GORONTALO- Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, mewakili Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie,...

f.hms

Wagub Idah ke Duta Bahasa; Literasi itu Penting!

22 Mei 2026
f.hms

Cegah Korupsi dari Lingkungan Keluarga

22 Mei 2026
f.hms

Gusnar Ismail Bumikan Indonesia Asri di Gorontalo

22 Mei 2026
f.hms

Penas Petani Nelayan ke XVII Terus Dimatangkan

21 Mei 2026
f.kominfo

Gubernur Gusnar Dukung Temu Jurnalis Gorontalo

21 Mei 2026
f.kominfo

Pemprov Gorontalo Suntik Pelaku UMKM di Kabgor dan Gorut

21 Mei 2026
f.hms

Tampil Sederhana Saja

21 Mei 2026
Gubernur Gusnar Ismail saat beraudiensi dengan Jurnalis Gorontalo.

Gubernur Gusnar Dukung Penuh Temu Jurnalis, Libatkan Pelajar dan Mahasiswa

21 Mei 2026
f.hm/nn

Kejari Kotamobagu Musnahkan Barang Bukti dari Berbagai Tindak Pidana 

21 Mei 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.