
newsnesia.id – Langkah nyata datang dari kampus. Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) langsung bergerak ke lapangan lewat program KKN Tematik Periode 1. Lokasinya? Desa Lomaya, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango!.
Dekan FOK, Dr. Hartono Hadjarati, bahkan turun langsung mengantar mahasiswa ke lokasi pengabdian. Total ada 10 mahasiswa lintas jurusan yang siap beraksi selama 45 hari. Komposisinya komplet: 2 dari sosiologi, 2 teknik industri, 2 informatika, dan 4 geologi. Kolaborasi multidisiplin ini jadi kekuatan utama.
Misi utama mereka jelas, menghidupkan kembali olahraga dan makanan tradisional di kalangan anak-anak sekolah dasar. Program ini dikemas lewat penyuluhan yang interaktif dan edukatif. Hartono tak menutup mata dengan kondisi saat ini. Menurutnya, anak-anak mulai jauh dari budaya lokal, termasuk olahraga tradisional.
“Program ini sangat penting. Anak-anak sekarang sudah mulai tidak mengenal olahraga dan makanan tradisional karena pengaruh gadget,” tegasnya.
Itulah kenapa KKN Tematik ini bukan sekadar rutinitas kampus. Ini adalah “pertandingan” melawan arus digital yang perlahan menggerus identitas lokal. Selain fokus utama, para mahasiswa juga siap membantu berbagai program desa. Artinya, kehadiran mereka bukan hanya memberi edukasi, tapi juga jadi motor penggerak aktivitas masyarakat.
Dengan durasi 45 hari, Desa Lomaya bakal jadi “laboratorium hidup” bagi mahasiswa sekaligus titik awal kebangkitan olahraga tradisional. Targetnya satu: generasi muda kembali bergerak, berkeringat, dan bangga dengan warisan budaya sendiri!. (Ns)





















