
NN, GORONTALO– PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi penyelenggara Gorontalo Half Marathon 2026. Acara tahunan yang sudah digelar dua kali itu akan disponsori dan diselenggarakan oleh bank pelat merah tersebut.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut hadirnya Bank Mandiri sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Diharapkan GHM 2026 dapat lebih semarak dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya.
“Penyelenggaraan Gorontalo Half Marathon 2026 merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Bank Mandiri, Event Organizer, komunitas lari, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk menghadirkan event yang sukses, tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” kata Gubernur Gusnar, Selasa (14/7/2026).
Sebagai wujud keseriusan Bank Mandiri mengelola acara olahraga lari itu, mereka bersama Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) dan event organizer (EO) melakukan survei lapangan di sejumlah titik. Survei untuk memastikan rute dan acara dipersiapkan dengan matang.
Kadis Parekrafpora Sultan Kalupe menjelaskan bahwa GHM merupakan salah satu event strategis yang terus dikembangkan sebagai penggerak sport tourism di Provinsi Gorontalo. Olahraga dan pariwisata menjadi dua unsur yang saling melengkapi.
“Gorontalo Half Marathon menjadi salah satu event unggulan yang kami dorong sebagai penggerak sport tourism di Provinsi Gorontalo. Melalui kolaborasi bersama Bank Mandiri dan berbagai pihak, kami ingin menghadirkan event yang berkualitas, profesional, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Sultan.
Ia menambahkan, penyelenggaraan GHM diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Event GHM diharapkan menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Gorontalo. Kehadiran ribuan peserta akan berdampak pada meningkatnya okupansi hotel, pertumbuhan sektor kuliner, transportasi, UMKM, serta memperkuat promosi destinasi wisata dan budaya Gorontalo kepada masyarakat,” tambahnya.
Terkait dengan pelaksanaan survei, Kabid Olahraga Yusuf Lacuba, menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk meninjau langsung berbagai lokasi strategis yang akan digunakan selama pelaksanaan kegiatan. Mulai dsri rute, lokasi mula dan akhir titik kesehatan, pos keamanan serta fssilitas pendukung lainnya.
“Kami juga mengevaluasi kondisi lintasan, kebutuhan infrastruktur, pengaturan arus lalu lintas, serta aspek keselamatan dan kenyamanan peserta agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai standar penyelenggaraan event lari nasional,” beber Yusuf.
Hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam penyempurnaan seluruh kebutuhan teknis sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.(rls/NN)



















