
NEWSNESIA.ID – Sukses gelar pelatihan pengolahan pakan ikan dan pakan unggas tahap 1 di Desa Jatimulya Kec Wonosari Kab. Boalemo. Dinas Tenaga Kerja ESDM dan Transmigrasi melalui UPTD BLK Provinsi Gorontalo kembali melaksanakan acara pembukaan pelatihan pengolahan pakan ikan dan pakan unggas khusus bagi penyandang disabilitas tuli.
Kali ini pelatihan dilaksanakan di kec molosipat U Kec Sipatana Kota Gorontalo yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo Drs. Wardoyo Mansur Pongoliu.M.Si.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Sekretaris Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kota Gorontalo, Kepala UPTD BLK Provinsi Gorontalo diwakili KTU Ayu Triana ila,S.Pi.M.Ec.Dev, Ketua Yayasan Putra Mandiri Raden Sahi serta undangan instruktur dan peserta pelatihan.
Pada kesempatan tersebut dilaporkan oleh panitia bahwa pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan ketrampilan dan keahlian khususnya pengolahan pakan,selain itu merupakan perwujudan Perda penyandang disabilitas yang dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja ESDM dan Transmigrasi mengambil peran dalam rangka meningkatkan kompetensi ketrampilan dan keahlian bagi penyandang disabilitas.
Selain itu pelatihan ini bertujuan menginisiasi terbentuknya usaha-usaha produktif pengolahan pakan,mengurangi angka pengangguran, menciptakan lapangan kerja baru serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat khususnya penyandang disabilitas. Adapun waktu pelatihan dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari sejak tanggal 13 juni dan berakhir tanggal 21 Juni 2024 bertempat di Yayasan Putra Mandiri kota Gorontalo.
Dalam arahan dan sambutannya Kepala Dinas Tenaga Kerja ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo menyampaikan, bahwa pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memberikan akses melalui pelatihan kepada penyandang disabilitas.
Hal ini dilakukan agar para penyandang disabilitas mendapatkan ketrampilan dan keahlian agar bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi serta memberikan dampak penurunan angka kemiskinan dan pengangguran bagi wilayah sekitar.
“Kita tahu bersama bahwa angka kemiskinan di provinsi Gorontalo yang masih cukup tinggi sekitar 15.5%. Untuk itu diharapkan kepada peserta agar memanfaatkan ilmu dari instruktur dan menjadi bekal ketika akan berwirausaha nantinya,” ucap Wardoyo Mansur Pongoliu.
Pada kesempatan acara pembukaan tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis alat dan bahan praktek pelatihan kepada peserta yang akan digunakan selama proses pelatihan. Acara pembukaan diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta pelatihan bersama tamu undangan lainnya.




















