
NN, GORONTALO– Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo, Sabtu 9 Mei 2026 secara umum berlangsug aman dan lancar.
Namun dibalik itu, ada tindakan oknum aparat yang menyedot perhatian publik. Ya, sejumlah demonstran dari aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menyuarakan aspirasinya saat kedatangan Presiden Prabowo Subianto mendapat tindakan represif dari aparat pengamanan.
Insiden itu bermula ketika sejumlah pendemo dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi di depan rumah dinas Gubernur Gorontalo, yang merupakan jalur yang akan dilintasi Presiden Prabowo Subianto bersama rombongan menuju Leato, meresmikan pemukiman nelayan.
Para demontran menyuaran sejumah tuntutan kepada Presiden. Diantaranya, meminta pencopotan Kepala BGN yang dinilai tidak maksimal, menyoroti sejumlah proyek strategis nasional di Gorontalo hingga persoalan jalan rusak dan sederet isu-isu nasional dan lokal.
Namun, aksi itu menjadi buyar karena seketika dibubarkan oleh sejumlah oknum aparat. Tindakan represif pun terjadi dan para pendemo sempat diamankan di Mapolres Gorontalo Kota.
Akibat insiden itu 4 pendemo mengalami memar dibeberapa bagian tubuh hingga ada yang terlihat berdarah dibagian mulut.
Ketua Badko HMI Sulutgo Aris Setiawan Karim mengecam tindakan represif aparat tersebut.
“Padahal kami sudah menyurat, pemberitahuan aksi ke Polda Gorontalo. Kami hanya menyuaran aspirasi dan itu dijamin dalam kobstitusi,” ketus Aris, sembari menegaskan pihaknya akan turun kembali dengan jumlah massa besar mengecak tindakan aparat yang terkesan memberangus demokrasi di negeri ini.
“Rekan kami dikeroyok, ditahan dan dibiarkan begitu saja. Tidak ada dasar penahan, tidak ada BAP,” tambah Aris.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Polda Gorontalo terkait insiden itu.(nn)



















