
POHUWATO-NN- Setengah mengalami kerusakan dalam kurun waktu yang lama, kini jembatan penghubung antara Dusun Rimbun dan Dusun Hulota, Desa Wonggarasi Tengah, Kecamatan Lemito, akhirnya mendapat perhatian melalui program pembangunan dari Kodam XIII/Merdeka.
Diketahui, jembatan tersebut pertama kali dibangun pada tahun 1993 dan menjadi akses vital masyarakat setempat. Sempat diperbaiki pada 2015, jembatan tersebut kini akan dibangun kembali melalui Program Jembatan Perintis Garuda.
Program yang merupakan bagian dari agenda besar pembangunan infrastruktur nasional, dengan target pembangunan ribuan jembatan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah terpencil.
Peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut pun berlangsung hari ini, yang disaksikan oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, bersama Dandim 1313 Pohuwato, Letkol Arm. Fiat Suwandana, Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, Kajari Pohuwato, Jumat (27/03/2026).
Jelas ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga dalam kesempatannya menyampaikan terima kasih atas perhatian Kodam XIII/Merdeka terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan bersyukur dengan adanya program pembangunan jembatan ini. Jembatan ini sudah sekitar 10 tahun mengalami kerusakan sejak diperbaiki pada 2015 oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Hari ini menjadi awal dimulainya kembali pembangunan,”ujar Bupati.
Ia menambahkan, jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten, sehingga kehadirannya akan sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani dalam mengangkut hasil panen.
Pemerintah daerah, lanjutnya, sangat mendukung penuh program yang diinisiasi Kodam XIII/Merdeka. Ia berharap, ke depan Pohuwato tetap menjadi perhatian dalam pembangunan infrastruktur lainnya.
“Masih banyak infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah, karena semuanya merupakan kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnya para petani,”ungkapnya.
Senada, Kepala Desa Wonggarasi Tengah, Husain Tuliyabu, menjelaskan bahwa, jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Dusun Rimbun dan Dusun Hulota, serta digunakan oleh masyarakat dan petani untuk mobilitas dan distribusi hasil pertanian.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada program Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang cukup membantu masyarakat terpencil.
“Jembatan ini sangat penting karena melayani sekitar 54 kepala keluarga atau 189 jiwa di Dusun Rimbun, termasuk anak-anak sekolah tingkat SD, SMA hingga SMK. Terima kasih TNI,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1313 Pohuwato, Letkol Arm Fiat Suwandana menuturkan, program ini merupakan program prioritas Presiden dan TNI AD yang dimaksudkan untuk konektivitas antarwilayah, meningkatkan ekonomi pedesaan, dan pendidikan.
“Program ini bertujuan untuk memulihkan infrastruktur di wilayah terpencil. Dengan demikian, aktivitas masyarakat bisa maksimal, sehingga pergerakan ekonomi masyarakat setempat bisa stabil, anak-anak bisa ke sekolah dengan mudah,” imbuhnya.Mus


















