
NEWSNESIA.ID, GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar semakin siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri.
Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Pongoliu, melalui Sekretari Dinas Ivone Reane Larekeng saat penutupan Program Pemagangan Dalam Negeri Tahun Anggaran 2026, Kamis (8/10/2026).
Program yang berlangsung selama tiga bulan, sejak 8 Juli hingga 8 Oktober 2026, diikuti 90 peserta yang ditempatkan pada 14 perusahaan mitra yang tersebar di kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
Ivone mengatakan, program pemagangan tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengalaman kerja kepada peserta, tetapi juga membentuk tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Pemagangan ini dirancang agar tenaga kerja lokal kita tidak hanya memiliki ijazah, namun benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujar Ivone.
Menurutnya, selama tiga bulan peserta mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja, sekaligus ditempa untuk memiliki disiplin, etos kerja, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja profesional.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program dapat menjadi modal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja secara lebih percaya diri dan kompetitif.
“Jadikan bekal tiga bulan ini sebagai modal awal melangkah ke dunia kerja profesional. Tunjukkan bahwa generasi muda Gorontalo adalah tenaga kerja yang jujur, disiplin, tangguh dan berdaya saing,” pesannya.
Ivone juga menyampaikan apresiasi kepada 14 perusahaan mitra yang telah memberikan ruang, fasilitas, pendampingan, serta pengalaman kerja kepada para peserta.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menjembatani kebutuhan perusahaan dengan kesiapan tenaga kerja lokal.
“Harapan besar kami, perusahaan dapat menyerap para peserta terbaik ini untuk menjadi karyawan tetap,” katanya.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, para peserta dinilai mampu menyerap kompetensi kerja lapangan dengan baik serta menunjukkan kedisiplinan dan integritas selama mengikuti pemagangan. Bahkan, sebagian peserta telah diproyeksikan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani pemagangan.
Sementara itu, program pemagangan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo meningkatkan keterampilan teknis maupun kemampuan nonteknis pencari kerja, sekaligus mendukung pengurangan angka pengangguran terbuka di daerah.
Penutupan program turut dihadiri unsur pemerintah daerah, pimpinan perusahaan mitra, Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP), Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota, BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, stakeholder ketenagakerjaan, serta para peserta pemagangan.
Dengan berakhirnya program, pemerintah berharap para peserta tidak berhenti pada pengalaman tiga bulan, tetapi mampu membawa kompetensi dan etos kerja yang diperoleh untuk menjadi tenaga kerja yang produktif dan berdaya saing.


















