
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Senin (27/9/2021) Sebanyak 59 sekolah tingkat SD, SMP di Kota Gorontalo melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha meninjau langsung dimulainya proses pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah. Ia memastikan SOP Pencegahan COVID-19.
“Alhamdulillah tadi kita disambut dengan prokes. Pihak sekolah juga menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan masker untuk semua warga sekolah,” ujar Marten Taha usai meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP 6 Kota Gorontalo.
Selain itu kata Marten, seluruh unsur dalam sekolah seperti tenaga pengajar, para siswa, maupun mereka yang berada di lingkungan sekolah dipastikan telah melakukan vaksin minimal sekali sebagai syarat mengikuti pembelajaran.
Adapun mereka yang diketahui sakit atau terkonfirmasi positif covid tidak diizinkan untuk melakukan PTMT. Proses belajar mengajar di kelas sendiri dibagi menjadi dua sift, pagi dan siang.
“Ini yang penting, jadi sebanyak 32 rombongan belajar di SMP dan 28 di SD itu di bagi menjadi dua sift yaitu sift pagi dan siang. Kemudian dari sift-sift ini dibagi lagi per rombel perkelas,” jelas Marten.
“Kalau di SD untuk yang kelas-kelas tinggi itu berlaku setiap Senin, Selasa dan Rabu. Sementara untuk kelas rendah Kamis, Jumat, Sabtu,” lanjutnya.
Demikian pula untuk di tingkat SMP, untuk kelas 9 masuk pada Senin dan Selasa, kelas 8 masuk pada Rabu serta Kamis, dan Kelas 7 pada hari Jumat dan Sabtu.

Aturan ini nantinya akan ditinjau secara rutin oleh pihak dinas. Mengingat jangan sampai di antara waktu ada pihak sekolah yang sengaja tidak menjalankan sesuai ketentuan berlaku.
Pihak Pemkot, kata Wali Kota Marten sebelumnya telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) melalui Dinas Pendidikan Kota Gorontalo sebagai pedoman pelaksanaan PTMT di semua jenjang pendidikan.
Mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), SD, maupun SMP. Olehnya itu dirinya berharap agar pihak sekolah benar-benar menaati SOP yang ada demi keselamatan bersama.
Untuk tahap pertama atau hari ini, ada sebanyak 8 sekolah untuk tingkat SMP dari 16 sekolah yang melaksanakan. Sementara untuk tingkat SD sebanyak 51 sekolah. Marten berharap, pelaksanaan PTMT dapat berjalan dengan lancar.
“Kita sama-sama berdoa semoga bencana ini segera usai. Agar pembelajaran di sekolah-sekolah baik SD, SMP maupun SMA bahkan perguruan tinggi bisa kembali lagi seperti dulu,” harapnya. (Anq/nn)























