
NEWSNESIA.ID, GORUT – Terhadap upaya percepatan penanganan banjir di Kecamatan Anggrek, ketika itu dilakukan dan terdapat konsekuensi hukum, maka aleg Golkar, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Lukum Diko siap pasang badan bahkan siap dipenjara agar pelaksanaan penanganan banjir segera dilakukan.
Menurut Lukum, kalau bicara harapan mungkin sekarang dalam posisi berusaha.
“Tetapi minimal ini sudah ada upaya, sudah mulai mengerucut, ini untuk lebih mempercepat, karena masalah kawasan sehingga saya tadi menjamin di depan Kejaksaan, Kepolisian, Forkopimda semua, jika ini ini berkonsekuensi hukum, hanya untuk mempercepat normalisasi yang dibutuhkan, oleh masyarakat. Saya siap untuk di penjara,” tegas Lukum.
Hanya demi rakyat aleg Golkar tersebut siap pasang badan dan siap memberikan jaminan dirinya agar penanganan banjir yang selalu dirasakan dampaknya oleh masyarakat segera dilakukan.
“Saya akan jamin diri saya ingin mewakili seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Anggrek.
Yang penting ini secepatnya dinormalisasi, agar sawah-sawah masyarakat ini sudah bisa di manfaatkan” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Lukum, kurang lebih sudah 50 hektare sawah yang sudah tenggelam dan tidak bisa terpakai lagi, dan untuk ketinggian airnya sekitar 1 sampai 2 meter.
“Karena kondisi tersebut para petani sudah tidak lagi dapat memanfaatkan lahan mereka kurang lebih setahun lamanya, dan para petani tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan kondisi yang jelasnya.
Yang menyedihkan pada tahun kemarin padi yang tinggal seminggu lagi akan dipanen, tidak dapat diambil lagi karena dilanda banjir, dan ini kata Lukum membuat dirinya sedih dan prihatin.
“Kalau kita masih berlama-lama lagi maka ini akan berdampak buruk lagi, lebih parah lagi. Jangan dulu bicara sawah tapi sudah mulai masyarakat yang akan mengalami dampak, saya tidak mau ada korban, dari pada kejadian ini,” tandasnya.(adv/rol)
























