
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Menjelang perayaan natal dan tahun baru di tahun 2021 ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) harap masyarakat untuk waspadai ancaman terorisme.
Bukan tanpa alasan, terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang masih menjadi salah satu permasalahan serius di Indonesia.
Terbukti pada akhir tahun di 2020, 7 orang terduga teroris berhasil diamankan. Hal itu menjadi alarm bagi seluruh elemen, baik pemerintah, kepolisian maupun masyarakat Provinsi Gorontalo, khususnya kab. Pohuwato.
Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Pohuwato, Ustadz Hi. Fahri Djafar, kepada awak media saat wawancara. Dirinya mengatakan, memasuki akhir tahun 2021 ini, merupakan momentum yang bertepatan dengan perayaan natal dan tahun baru, sehingga ditakutkan berpotensi akan dijadikan sebagai ajang untuk melakukan “amalia”.
“Kelompok teroris biasanya akan menggunakan momen-momen tertentu untuk melakukan amalia, salah satunya adalah perayaan natal dan tahun baru,” ujar Fahri, Ahad (05/12/2021).
Selain itu, sosok yang dikenal sebagai Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Pohuwato itu menghimbau untuk mewaspadai dan mengenali ciri-ciri kelompok maupun orang yang sudah terpengaruh dengan paham teroris dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan orang yang diduga menjadi pengikut teroris.
“Penting bagi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri orang maupun kelompok teroris. Mereka memiliki pemahaman eksklusif, mudah mengkafirkan, tertutup dan jarang bersosialisasi. Jika menemukan orang yang memiliki ciri-ciri tersebut, segera laporkan kepada pihak kepolisian.” tambah Ustadz Fahri.
Terakhir Fahri berharap pihak Kepolisian bisa memaksimalkan deteksi dini untuk mencari dan menangkap orang ataupun kelompok teroris.
Ini penting karena terorisme bukan bagian dari ajaran Islam karena Islam tidak mengajarkan kekerasan melainkan sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin.(mus/NN)























