
NEWSNESIA.ID GORUT – Sebagai daerah penyangga produksi, ketersediaan lahan dan produktivitas petani sangat berpengaruh. Olehnya, Gorontalo Utara (Gorut) harus memaksimalkan program pertanian terutama yang memacu atau memaksimalkan produksi pertanian daerah.
Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Anggota DPRD Gorontalo Utara Wisye Pangemanan ketika ditemui media ini. Menurutnya, dengan melihat kondisi daerah yang merupakan daerah rawan bencana, ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi pangan daerah.
“Tak bisa dipungkiri memang, bahwa bencana alam sangat mempengaruhi produktivitas pangan,” ungkapnya.
Fakta yang terjadi setiap kali terjadi bencana alam seperti banjir di daerah ini, dapat dipastikan ada lahan pertanian yakni sawah yang terendam banjir.
“Karena hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Gorut ada hamparan sawahnya, dan setiap kali banjir, pasti akan terkena dampak,” kata Wisye Pangemanan.
Lebih lanjut dikatakan Wisye Pangemanan bahwa masih mendingan ketika dampaknya tidak sampai merusak tanaman padi. Namun jika bencana yang ditimbulkan sampai berdampak pada kerusakan, tentu ini akan berpengaruh pada produksi.
“Kadang akibat banjir, tanaman menjadi rusak, namun beruntung jika hanya terendam begitu saja, ketika air turun masih dapat dipanen,” jelasnya.
Selain itu juga, terhadap ancaman berkurangnya lahan pertanian atau sawah juga harus diperhatikan, karena tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah, tentu memerlukan lahan untuk pembangunan.
“Dan kenyataan yang ada dan ini sudah terjadi bahwa areal persawahan sekarang sudah banyak yang beralih fungsi karena sudah dijadikan lokasi pembangunan,” tegasnya.
Olehnya Wisye berharap agar pihak dinas terkait dapat menerapkan program yang dapat meningkatkan produksi pangan daerah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Selain itu juga, terhadap perlindungan lahan pertanian juga harus dilakukan, seperti dengan penerapan regulasi ketika ada lahan produktif yang digunakan untuk pembangunan, maka harus ada lahan penggantinya disediakan,” kuncinya.




















