
NEWSNESIA.ID – Proses penunjukkan Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMPN. 2 (Spendu) Kota Gorontalo selama ini dinilai telah usang dan tak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang dianut di Indonesia.
Hal itu disuarakan oleh salah satu alumni angkatan 98 Spendu Kota Gorontalo, Aidy Katili.
“Jelas proses demikian tidak sesuai dengan ciri khas demokrasi yang negara kita anut,” ungkap Aidy Katili di Kopilabs, Kota Gorontalo, Senin (26/9/2022).
Sehingga Aidy Katili bersama rekan-rekan angkatan 98 bertekad untuk menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) perdana di Spendu Kota Gorontalo.
“Panitianya telah terbentuk bahkan dari kami, angkatan 98 telah menyiapkan bakal calon ketua IKA yang mumpuni dan memiliki kapabilitas melalui feat and propert test,” terangnya.
Lanjut Aidy, ketiga figur tersebut yakni Yanto Turede, Taufiq Hiola, serta Dedy Irfandi Arifin.
“Ketiganya adalah figur yang punya kualitas dan yang pasti sangat peduli terhadap Spendu Kota Gorontalo dan memiliki visi dan misi yang jelas arahnya,” paparnya.
Terakhir ia tak lupa untuk mengajak angkatan lainnya untuk ikut menyukseskan Mubes IKA Spendu Kota Gorontalo yang perdana.
“Dikepanitiaan kami ajak seluruh angkatan alumni untuk terlibat, In Sya Allah kita akan tebar balihonya diberbagai titik-titik umum,” pungkas Aidy Katili.






















