
NEWSNESIA.ID, BOALEMO – Sempat viral. Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Boalemo mengamuk hingga nyaris adu jotos saat rapat dengar pendapat (RDP) berlangsung di ruang aspirasi DPRD setempat, Selasa (14/3/2023).
Bahkan, video amatir sempat merekam kejadian dengan durasi kurang lebih 0.3 menit sontak memenuhi grup media sosial, whatsapp.
Sebelumnya, suasana rapat itu berjalan normal dan terkendali. Tidak ada tanda-tanda terjadi keributan. Meski beberapa kali perdebatan diwarnai nada tinggi, namun suasananya masih dalam kekeluargaan.
Ketua Komisi III DPRD Boalemo, Wahyudin Moridu saat memimpin jalannya rapat didampingi Wakil Ketua Komisi III, Hardi Syam Mopangga dan anggota Komisi III lain, Resvin Pakaya bersama Sahminan Hippy. Mereka sempat mencecar beragam pertanyaan ke pihak pemerintah daerah (eksekutif) yang hadir.
Itu berkaitan beberapa isu berkembang di daerah, khususnya pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora). Mulai dari penyajian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hingga isu-isu mutasi.
Sepanjang rapat, pimpinan Komisi III bersama para anggota bergantian memberikan tanggapannya. Semua masih berkaitan solusi menyelesaikan pemutakhiran Dapodik hingga batas waktu 31 Maret 2023.
Menyusul, salah seorang petugas penginputan aplikasi Dapodik di Dikpora disinyalir menyatakan mundur. Bahkan, petugas dimaksud bertahun-tahun bekerja dan pernah mengharumkan Boalemo dengan torehan penghargaan terbaik di level nasional. Ia bukanlah sosok PNS, melainkan hanya tenaga kontrak (honorer).
“Kami sengaja mengundang teman-teman (eksekutif) membahas persoalan ini. Itu juga didasari dari banyaknya komplain terjadi di Dinas Pendidikan. Sehingga ini urgen dan perlu dituntaskan hari ini, dan tidak boleh ditunda-tunda,” ujar Hardi Syam Mopangga di hadapan jajaran eksekutif.
Mereka yang hadir dari eksekutif yakni, Sekda Boalemo Dr. Sherman Moridu SPd, MM, Kepala Inspektorat Sukardi Djakatara, Asisten I Setda Boalemo, Roswita Is Manto, Asisten II Rahmat Biya dan Asisten III Fatlina Podungge. Ditambah lagi Sekretaris Dikpora Risman Bantahari, Sekretaris BKD-Diklat, Jois Abdullah, Kabag Ortala Agus Dulialo dan juga Kadis Nakertrans Andi Faisal Hurudji. Disamping itu hadir tokoh pemuda dan unsur LSM.
Nyaris Adu Jotos
Begitu Asisten I Roswita Is Manto bersama Sekda Boalemo Sherman Moridu usai memberikan penjelasan, rapat kembali diambil alih Ketua Komisi III DPRD, Wahyudin Moridu dengan memberikan kesempatan kepada anggota Komisi III lain memberikan pandangannya.
Tak berselang lama, suasana mendadak tegang. Adu argumen pun tak terelakkan. Kala itu, Kadis Nakertrans Andi Faisal Hurudji terlibat adu mulut bersama Wakil Ketua Komisi III, Hardi Syam Mopangga yang sontak mengamuk sambil menyeru meminta Faisal keluar ruangan.
Situasi pun tak terkendali. Keduanya yang sudah diliputi emosi mendadak berdiri posisi berhadapan dengan jarak berkisar 5 meter, hingga nyaris terlibat adu jotos. Untungnya, Hardi dengan cepat langsung dicegat sambil dipeluk Wahyudin Moridu bersama Sahminan Hippy yang berdiri tak jauh dari posisinya. Begitu pula Asisten I, Roswita Is Manto berupaya menenangkan situasi.
Sementara, Faisal Hurudji langsung dibawa keluar ruangan oleh Anggota Komisi III lainnya, Resvin Pakaya. Keduanya pun berhasil dilerai hingga situasi berangsur normal.
Rapat pun kembali dilanjutkan hingga sukses menempuh solusi dari permasalahan yang ada. Demikian halnya tenaga honorer semula mundur, kini berhasil diupayakan kembali bertugas dalam pemutakhiran Dapodik di Dikpora Boalemo.(nn)




















