
POHUWATO-NN- Ketua Fraksi Gerindra, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato, Wawan Hatama minta pemerintah daerah perhatikan persoalan elpiji yang sekarang terjadi di wilayah Kecamatan Popayato Group.
Bagaimana tidak, ditengah meningkatnya kebutuhan Elpiji 3 Kg di masyarakat, tambahan pangkalan di Kabupaten Pohuwato, khusus wilayah Popayato serumpun khususnya Popayato Timur, justru tak kunjung datang.
Menurutnya, saat ini persediaan gas Elpigi di wilayah tersebut terbilang cukup kurang. Bayangkan saja, untuk satu pangkalan saya harus melayani 800 sampai 900 KK.
“Di Desa Marisa contohnya, itu hanya 1 Pangkalan, dan itupun pasokanya hanya 50an tabung, sementara Kepala Keluarga (KK) disini ada sekitar 900an KK, pasti tidak cukup. Saya sudah hubungi Dinas Perindagkop, jawabannya masih menunggu dari pihak agen, sementara kebutuhan masyarakat ini semenjak sebelum puasa lalu. Saya minta pihak agen jangan hanya janji terus tapi tidak ada realisasinya. Kasian masyarakat,” ungkap Wawan pada media ini, Kamis (22/06/2024).
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pohuwato ini pun menilai, agen elpiji di Kabupaten Pohuwato hanya memprioritaskan wilayah Marisa dan sekitarnya, sementara sudah banyak proposal pengajuan tambahan Pangkalan di wilayah Popayato serumpun tapi belum ditindaklanjuti.
“Agenya hanya melayani tambahan Pangkalan di wilayah Kecamatan Marisa dan sekitarnya. Sementara di wilayah Popayato itu, yang sudah banyak proposalnya tapi sampai sekarang tidak ada,” tuturnya.
Terakhir, politisi muda tersebut berharap agar, pemerintah daerah melalui dinas terkait, segera menindak tegas agen-agen distributor yang tak mau mengindahkan permintaan masyarakat.
“Kami minta kepastian, kalau memang dari agenya tidak mau melakukan penambahan, bilang saja. Kota minta Pemda tegas, ganti agen-agen yang tidak mau melayani kebutuhan masyarakat. Saya sebagai Ketua Fraksi Gerindra, sebagai bagian dari lembaga mitra sejajar pemerintah minta ini diseriusi,” tutupnya.(mus/NN)






















