
NewsNesia.id – Mantan Ketua KPU Boalemo, Salahuddin Pakaya (SP) beberapa hari ini terus menjadi sorotan usai dirinya dinyatakan lolos sebagai KPPS di TPS 23 Kota Gorontalo.
Beberapa pihak mempermasalahkan SP yang lolos sebagai Ketua KPPS di TPS 23, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur karena ia dinilai masih merupakan anggota Partai Politik aktif.
Meski sebelumnya SP telah membantah hal itu dan secara tegas telah membuka surat pernyataan bukan anggota parpol aktif sebagai salah syarat dalam perekrutan KPPS.
“Lebih baik saya mundur, tapi bukan berarti saya mengakui tuduhan itu melainkan saya tidak ingin Pemilu jadi gaduh di Kota Gorontalo dan sekali lagi tidak ingin membebani teman-teman komisioner KPU,” ungkap SP, Sabtu (10/2/2023).
Sempat menjadi tanda tanya besar, alasan dibalik keinginan SP menjadi KPPS. Ternyata latar belakang tesis penelitian dan ingin mencari tahu sebenarnya seperti apa beratnya jadi KPPS.
“Dua hal itulah yang jadi motivasi saya, memang banyak yang nanya kok saya malah jadi KPPS, tapi itulah sebetulnya niatan saya karena saya sedang buat tesis tentang tugas-tugas KPPS dan saya ingin ikut merasakan seperti apa sebenarnya jadi KPPS,” terangnya.
Sosok yang juga santer diisukan bakal kembali ikut dalam kontestasi Pemilihan Bupati Pohuwato ini pada akhirnya lebih memilih bersikap ksatria dan mundur sebagai KPPS.
“Agar tidak ada kegaduhan lagi, walau mungkin aturannya mungkin tidak ada demikian, tapi saya memilih sikap ini karena tak ingin membebani dan memecah fokus dari rekan-rekan komisioner KPU dan Bawaslu terlebih ini menjelang hari H pencoblosan juga,” pungkasnya.
Terakhir SP berharap sikapnya ini juga menjadi bukti komitmennya dalam menjaga netralitas dari Pemilu 2024.






















