
NEWSNESIA.ID – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gorontalo Utara, terus memperkuat sinergitas program pencegahan, penanggulangan penyalahgunaan dan penyebaran gelap narkotika (P4GN) di Kabupaten Gorontalo Utara.
Kali ini, BNNK Gorontalo Utara perkuat kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai stakeholder tak terkecuali dengan sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Anggrek.
Berlangsung di Aula Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Kwandang di Kecamatan Anggrek, BNNK Gorontalo Utara melaksanakan rapat koordinasi pembinaan dan pengembangan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2025.
Kepala BNNK Gorontalo Utara, Ismiyati Rustam Tuna, mengatakan rakor itu merupakan langkah strategis untuk menyatukan persepsi dan menyusun peta jalan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkoba.
Seperti yang berkembang belum lama ini adanya penangkapan 2 ton sabu di Kepulauan Karimun. Penangkapan itu kata Ismiyati, tidak semata-mata hanya oleh BNN. BNN kata Ismiyati, tidak akan bisa bekerja sendiri apalagi kasus sebesar itu.
“Benar apa yang disampaikan, itu hasil dari Kolaborasi dan tidak semata-mata langsung penangkapan, 5 bulan sebelum itu sudah dilakukan pengintaian. Ada pengintaian oleh semua pihak yang ada di pelabuhan di Riau,” kata Ismiyati.
Dengan adanya kasus itu kata Ismiyati, Gorontalo Utara pasti akan menerima imbas dari kasus itu, kalau seandainya tidak tertangkap.
“Untuk itu sebelum terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara, kami BNNK Gorontalo Utara mengajak kita semuanya berkolaborasi, bersinergi dalam melakukan pencegahan, penanggulangan penyalahgunaan dan penyebaran gelap narkotika,” imbuh Ismiyati.
Lebih lanjut, Ismiyati, juga menyampaikan di Gorontalo Utara sendiri sudah ada 7 orang yang tertangkap di wilayah Kecamatan Tolinggula selang bulan Januari sampai dengan Mei 2025.
“Sudah di asesmen dan sudah ditindaklanjuti ke kejaksaan untuk proses lanjut,” kata Ismiyati.
Kasus itu kata Ismiyati, sudah bisa dibayangkan fenomena yang ada khususnya di Gorontalo Utara dan 7 kasus itu kata Ismiyati, baru di perbatasan.
“Untuk itu kegiatan kemasyarakatan apa saja yang ada di Bapak Ibu, kami mohon untuk kita sama-sama berkolaborasi dalam hal penanggulangan narkotika ini,” imbuh Ismiyati.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan Bapak Ibu aparat dan seluruh masyarakat yang ada di Gorontalo Utara,” tambah Ismiyati.

Turut hadir dan jadi pemateri dalam kegiatan itu, Dansatgas Lanal Kwandang, Mayor Laut. Wartokhid dan Camat Anggrek. (Prin)





















