
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Dinas Tenaga Kerja ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo terus berkomitmen meramu strategi dalam upaya mengurangi angka pengangguran di daerah.
Salah satu strategi tersebut yaitu mengoptimalkan pelayanan sajian data dan Informasi Pasar Kerja (IPK) yang berisi keterangan karakteristik kebutuhan dan persediaan tenaga kerja.
Kadisnaker ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo Wardoyo Mansur Pongoliu manyampaikan, ketersediaan data dan informasi pasar kerja yang akurat, mutakhir dan terintegrasi sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan ketenagakerjaan yang tepat sasaran.
Data pasar kerja ini kata dia, menjadi landasan utama dalam menyusun kebijakan strategis, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan pelatihan vokasi hingga penemparan dan perluasan kesempatan kerja.
“Dalam rangka mengurangi angka pengangguran, salah satu upaya yaitu melalui peningkatan pelayanan informasi pasar kerja yang berisi keterangan mengenai karakteristik kebutuhan dan persediaan tenaga kerja. Ini dirasakan sangat membantu masyarakat dalam mencari lowongan pekerjaan di sektor formal maupun informal,” ucap Kadisnaker Gorontalo Wardoyo Pongoliu saat membuka Rapat Konsolidasi Data dan Informasi Pasar Kerja Semester I tahun 2025, Kamis (10/7/2025).
Meski begitu Wardoyo menuturkan, dalam menyajikan data informasi pasar kerja seluruh pihak harus padu baik di tingkat Kabupaten/Kota agar sajian data ini lebih komprehensif dan berkualitas.
“Dalam penyajian data ini tantangan terbesarnya yaitu antara lain tidak padunya data di tingkat pemerintahan, keterbatasan kapasitas pengolahan data serta belum optimalnya sistem pelaporan dari daerah ke pusat,” tuturnya.
Olehnya, dirinya berharap rapat konsolidasi ini menjadi wadah untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah Provinsi dan Kab/kota dalam rangka menyamakan persepsi, menyusun strategi penguatan basis data tenaga kerja daerah serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Sehingga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan hingga masyatakat luas.
“Saya mengapresiasi kehadiran dan partisipasi aktif dari seluruh pihak. Saya yakin dengan komitmen bersama ini dapat membangun sistem informasi pasar kerja yang lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan tenaga kerja di era transformasi digital dan tantangan global saat ini,” tandasnya.


















