Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Menelusuri Arti Kemerdekaan sebagai Spirit Menjaga Stabilitas Nasional

by NN Indonesia
17 Agustus 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh dan Akademisi Makassar)

Hadirnya kemerdekaan RI bukanlah pemberian gratis dari para penjajah atau kado ulang tahun dari Belanda. Namun kemerdekaan ini diawali dengan perjuangan panjang dari para pahlawan di republik ini selama kurang lebih 350 tahun. Perjuangan ini melibatkan seluruh komponen bangsa dari Sabang sampai Merauke dan telah merenggut jiwa dan raga para pahlawan.

Setiap tahun diperingati HUT RI, dan didiskusikan makna dan arti sebuah “kemerdekaan”, namun tampaknya disetiap tahun, makna “kemerdekaan” ini perlu terus dieksplorasi oleh kita sebagai bangsa Indonesia, agar dapat menjadi spirit untuk menjaga stabilitas nasional saat ini dan dimasa yang akan datang, demi menuju negara yang maju.

Kemerdekaan adalah sebuah impian bagi seluruh bangsa di dunia, termasuk di Indonesia. Kemerdekaan adalah sebuah simbol perlawanan terhadap penjajah. Bahkan Indonesia telah menyebutkan di pembukaan UUD 1945, “penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Kemerdekaan bukanlah sekadar diperingati dalam bentuk seremoni pengibaran bendera merah putih, yang dimeriahkan dengan pemasangan umbul-umbul, bendera, disetiap lorong rumah penduduk, dan disemarakkan dengan perlombaan dan pesta rakyat.

Hal yang demikian ini tidaklah salah; namun hanya sifatnya seremoni dan euforia saja. Ada yang jauh lebih penting dari itu semua, yakni memahami dan memaknai kemerdekaan dalam konteks seluas-luasnya.

Dalam konteks Indonesia, pemaknaan terhadap arti kemerdekaan bukanlah hanya sekadar terbebas dari penjajah atau kolonialisme, tetapi lebih dari itu bisa dimaknai dalam pengertian yang tepat sesuai dengan segmentasi kita sebagai anak bangsa dari masa ke masa.

Misalnya arti kemerdekaan bagi generasi milenial dapat diwujudkan dengan cara berusaha untuk menghindari berbagai macam tindakan yang dapat merugikan masa depannya sebagai generasi harapan bangsa, diantaranya menjauhi penggunaan obat-obat terlarang (NARKOBA), miras, seks bebas, tawuran antar pelajar dan lain sebagainya.

Bagi para politisi kemerdekaan dapat diwujudkan dengan cara menjadikan politik sebagai instrumen demokrasi  yang dapat mencerdaskan masyarakat, menumbuhkan iklim politik yang damai,  dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa sebagaimana yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa ini pada masa lalu, sehingga terwujudlah suatu stabilitas nasional yang kondusif.

Terlebih melalui peringatan HUT RI ke-75 tahun ini, pemerintah RI mengusung tema “Indonesia Maju”, tema ini sejatinya para politisi dapat jadikan sebagai momentum untuk  memformat ulang model dan praktik demokrasi yang selama ini terindikasi telah banyak penyimpangan dari prinsip demokrasi Pancasila.

Keberadaan Pancasila bukan sebatas simbol negara Indonesia, tapi lebih dari itu seharusnya menjadi patron bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan seluruh penyelenggaraan kehidupan bernegara termasuk di dalamnya praktik politik yang diperankan oleh para elite politik di republik ini.

Sejak awal kemerdekaan Indonesia telah bersepakat bahwa sistem pemerintahan yang paling cocok hingga saat ini adalah sistem demokrasi Pancasila. Pengamalan demokrasi Pancasila diharapkan dapat menjadi instrumen untuk bisa menjadi lem perekat dan memajukan bangsa Indonesia ke depan.

Oleh karenanya para elite politik wajib hukumnya menerapkan sebuah model dan praktik demokrasi yang berusaha menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan (agama), menghargai prinsip-prinsip kemanusiaan sesama anak bangsa, memperkokoh persatuan, mengedepan musyawarah dan mampu mendorong penegakan hukum yang berasaskan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui regulasi yang baik.

Karena itu, sudah saatnya para elite politik  bersama-sama untuk tidak lagi mempertontonkan model politik uang, intimidatif, gemar menebar berita hoax sebagai alat kampanye untuk menjatuhkan lawan politiknya, terlebih Indonesia tahun ini akan melaksanakan pilkada serentak untuk memilih para calon kepala daerah di kabupaten/kota, dan provinsi untuk memimpin daerah lima tahun mendatang.

Selanjutnya makna kemerdekaan bagi tokoh agama, seyogyanya kehadiran agama dapat dijadikan sebagai sarana untuk untuk terus mendorong umat beragama; agar saling menghargai antar satu pemeluk agama dengan lainnya, sehingga terwujudlah kebersamaan dan persatuan di tengah perbedaan agama dan pada akhirnya dapat berkontribusi mewujudkan stabilitas nasional di seluruh wilayah NKRI.

Permasalahan sekarang adalah bagaimana cara mengisi kemerdekaan negeri kita yang sudah berusia 75 tahun  dengan berbagai kegiatan yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan termasuk dalam bingkai mensyukuri nikmat kemerdekaan, yang diakui para founding fathers bangsa sebagaimana tertuang dalam mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 “berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa”.

Dalam konteks itulah, baiknya kita renungkan salah satu firman Allah Swt. berikut:  “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shaleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengganti  keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa…(QS. An Nur[24]:55).

Pesan moral dari ayat al-Qur’an di atas, dalam konteks mensyukuri nikmat kemerdekaan yaitu, ketika bangsa Indonesia mampu mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan tepat, diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan produktif dan positif (amal shaleh), maka Allah akan jadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang berkuasa (maju) dan akan dianugerahkan stabilitas nasional yang baik (aman dan sentausa).

Suatu kemerdekaan akan terasa nikmat di RI, manakala stabilitas nasional terus dapat dijaga dengan baik, dan merupakan kewajiban dari seluruh elemen bangsa bersinergi dengan jajaran Polri untuk menjaganya.

Karena itu, masyarakat Indonesia harus menjadikan stabilitas nasional menjadi skala prioritas di atas segala-galanya, apalagi saat ini bangsa Indonesia masih berjuang dalam melawan COVID-19.

Tanpa stabilitas nasional, maka akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat seperti ekonomi, sosial, budaya, agama, pendidikan dan lain sebagainya. Akhirnya, atas nama rakyat Indonesia mengucapkan “Dirgahayu HUT RI ke-75, semoga negeriku jaya selalu”. (*)

Tags: HUT Kemerdekaan RIProklamasi Kemerdekaan
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

f.antara
Opini

Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi?

19 September 2026
Aris Setiawan
Opini

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Next Post
Tampak belakang UPK Rp 75.000,- dimana ada salah seorang anak menggunakan pakaian adat Gorontalo. (F. istimewa)

Ini Dia Bocah yang Pakai Adat Gorontalo di Uang Rp 75.000

Sitti Nur Fadhilla Beu.S.Psi.

Sepenggal Cerita Merdeka Dari Pinggiran 

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

WR III Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina.

UIN Sultan Amai Buka Suara Soal Kasus Pelecehan Seksual

2 hari ago

UIN Sultan Amai dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo Perkuat Kemitraan 

6 jam ago
Sekretaris Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Winardi Dayi saat menerima kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo, Selasa (22/9/2026).

Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Dinas PUPR-PKP Gorontalo

2 hari ago

Menelusuri Arti Kemerdekaan sebagai Spirit Menjaga Stabilitas Nasional

6 tahun ago
Ilustrasi Pertamina Patra Niaga

Hoaks Harga Pertalite Naik 26 September Beredar, Pertamina Imbau Warga Tak Panik

3 jam ago

Tidak Semua Sistem One Man One Vote Membuat Demokrasi di HMI Menjadi Pragmatis

1 hari ago
f.hms

Gusnar Ismail Nginap di Pinogu, Jajal Jalur Ekstrim

21 jam ago
Foto humas Pani Gold Mine

Di HUT ke-14, PGM Tegaskan Komitmen Pertumbuhan yang Memberi Manfaat

5 jam ago
f.hms

Pesan Penting Gubernur ke Pengurus KADIN; Hindari Politik Praktis!

44 menit ago

Terbaru

f.hms
Headline

Pesan Penting Gubernur ke Pengurus KADIN; Hindari Politik Praktis!

by NN Indonesia
24 September 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima audiens Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo...

f.hms

Kembali dapat Pengakuan Nasional, Provinsi Gorontalo Terbaik IV Pengendalian Inflasi

24 September 2026
Ilustrasi Pertamina Patra Niaga

Hoaks Harga Pertalite Naik 26 September Beredar, Pertamina Imbau Warga Tak Panik

24 September 2026
Foto humas Pani Gold Mine

Di HUT ke-14, PGM Tegaskan Komitmen Pertumbuhan yang Memberi Manfaat

24 September 2026

UIN Sultan Amai dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo Perkuat Kemitraan 

24 September 2026
Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie di Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026.

Wagub Idah Syahidah Dorong Gorontalo Perluas Ruang Inklusif bagi Disabilitas

23 September 2026
f.hms

Gusnar Ismail Nginap di Pinogu, Jajal Jalur Ekstrim

23 September 2026

Tidak Semua Sistem One Man One Vote Membuat Demokrasi di HMI Menjadi Pragmatis

23 September 2026
WR III Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina.

UIN Sultan Amai Buka Suara Soal Kasus Pelecehan Seksual

22 September 2026
Sekretaris Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Winardi Dayi saat menerima kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo, Selasa (22/9/2026).

Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Dinas PUPR-PKP Gorontalo

22 September 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.