
NEWSNESIA.ID – Bantuan untuk penanganan ombak yang sering menghantam pesisir pantai Monano mandek. Balai Sungai siap menyalurkan bantuan, namun terkendala surat dari BPBD yang harus ditandatangani Bupati Gorontalo Utara. BPBD dinilai cuek menangani abrasi yang terjadi di Pantai Monano.
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Mikdad Yeser, mengatakan pesisir pantai Monano yang sering dihantam ombak, kini sangat memprihatinkan.
Pada tanggal 18 April kemarin kata Mikdad, terjadi ombak yang cukup besar dan kembali menghantam tanggul yang sudah rusak.

Upaya penanganan kata Mikdad, sudah dilakukan dengan mendatangi Balai Sungai bersama Camat Monano dengan membawa proposal permohonan bantuan, namun proposal tersebut ditolak.
“Pihak Balai menyampaikan tidak bisa menerima proposal kalau hanya dari Camat. Minimal harus dari BPBD dan diketahui Bupati,” ujar Mikdad, Jumat (24/4/2026).
Menurut Mikdad, Balai menyatakan siap membantu untuk penanganan bencana, namun untuk bantuan permanen belum ada.
“Kalau untuk bantuan permanen memang belum ada. Tapi untuk bantuan sementara bencana bisa kami bantu. Material hari ini sudah siap. Tinggal bikin proposal kami bantu, kami akan turun,” kata Mikdad, menirukan keterangan pihak Balai.

Tim dari Balai kata Mikdad, bahkan sudah turun ke lokasi dan melakukan pengukuran. Saat ini mereka hanya menunggu surat resmi dari BPBD yang ditandatangani Bupati.
Namun hingga beberapa hari setelah proposal dimasukkan, surat dari BPBD tak kunjung terbit.
“Sudah dimasukkan, ditunggu-tunggu terlalu cuek. Mereka hanya sibuk dengan dana-dana,” keluh Mikdad.
Mikdad, mengaku sudah menghubungi Bupati melalui Telepon dan WhatsApp dan Bupati sampaikan nanti akan ditindaklanjuti ke BPBD.
“Bupati sampaikan akan ditindaklanjuti ke BPBD,” kata Mikdad.
Mikdad, juga menyayangkan BPBD yang dinilai belum pernah turun mengidentifikasi kerusakan pasca ombak pada 18 April lalu. Padahal, gelombang saat itu disebut sebagai yang terparah di sepanjang pesisir Gorontalo Utara.
“Ternyata BPBD selama ini tidak pernah turun. Padahal ada beberapa kerusakan, baik itu rumah masyarakat, dan lain-lain.
Warga Sumalata Timur saja kata Mikdad, sering menghubungi, minta tolong untuk disampaikan bahwa dapur mereka sudah hancur-hancur,” tegasnya.
Kepada warga, Mikdad, meminta agar kejadian itu dilaporkan secara berjenjang agar pihak BPBD segera turun, namun hingga saat ini mereka tidak pernah turun melakukan pendataan.
“Saya sampaikan laporkan ke Kepala Desa, Kepala Desa ke Camat, Camat ke BPBD runutannya begitu agar mereka turun. Ternyata mereka tidak pernah turun,” kata Mikdad.
Mikdad, berharap agar pemerintah daerah peka melihat setiap kejadian atau musibah yang terjadi di masyarakat.
Apalagi saat ini memasuki Hari Ulang Tahun Gorontalo Utara yang ke 19, seharusnya kata Mikdad, Pemda memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
“Harusnya kita berikan yang terbaik untuk masyarakat di Hari Ulang Tahun Kabupaten Gorontalo Utara, jangan sampai kita menari-nari diatas penderitaan orang lain,” tutup Mikdad. (***)



















