
NEWSNESIA.ID, GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo membuka peluang lebih luas bagi pengembangan energi bersih melalui kerja sama dengan pemerintah Australia dan mitra investasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menerima Tim PT Bright Nusantara Energy (BNE) di Lounge VIP Bandara Djalaluddin, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Isimu di Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, yang saat ini memasuki tahap persiapan. Selain itu, turut dijajaki potensi pengembangan proyek energi bersih lainnya di Gorontalo.
Pengembangan energi bersih tersebut sejalan dengan KINETIK, Kemitraan Iklim dan Infrastruktur Berkelanjutan Australia–Indonesia. Kemitraan senilai AUD600 juta untuk periode 10 tahun itu diarahkan untuk mendukung investasi dan pembiayaan infrastruktur berkelanjutan, termasuk sektor energi terbarukan.
Gorontalo sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam pengembangan energi surya melalui PLTS Isimu dengan kapasitas terpasang 14,7 MWp.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo Wardoyo Pongoliu mengatakan, pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka peluang investasi baru di daerah.
Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka setelah pada 22 September 2026 perwakilan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, tim KINETIK, Kementerian Keuangan RI, dan Kementerian PPN/Bappenas mengunjungi PLTS Isimu untuk melihat langsung potensi pengembangan energi bersih di Gorontalo.
Kunjungan itu turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo M. Jamal Nganro dan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili.
Keterlibatan Gorontalo dalam ekosistem investasi energi bersih juga semakin terbuka setelah KINETIK Affirma Capital Climate Transition Fund mengumumkan investasi sebesar USD35 juta pada Bright Nusantara Energy. Perusahaan tersebut mengoperasikan proyek tenaga air dan surya dengan total kapasitas sekitar 30 MW yang tersebar di Sumatera Barat, Gorontalo, dan Lombok Timur.
Investasi tersebut menjadi bagian dari upaya KINETIK dalam memobilisasi modal untuk mendukung prioritas iklim dan pembangunan infrastruktur Indonesia.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, mitra internasional, dan dunia usaha, Pemprov Gorontalo mendorong potensi energi terbarukan agar berkembang menjadi investasi dan infrastruktur yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan PLTS Isimu dan penjajakan proyek energi bersih lainnya diharapkan turut memperkuat transisi energi di Gorontalo serta mendukung peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi daerah.


















