
NN, MANADO- Rania Riris Ismail resmi menjabat sebagai Komisaris Bank SulutGo setelah RUPS yang digelar pada 10 Februari 2026. Keputusan ini menempatkan profesional keuangan bersertifikat pada posisi pengawasan strategis di bank milik pemerintah daerah tersebut.
Perjalanan profesional Riris dimulai dari ketertarikannya pada akuntansi sejak masa sekolah menengah. Passion ini kemudian dikembangkan melalui pendidikan formal dan pengalaman kerja yang sistematis di berbagai perusahaan terkemuka.
Keahlian Multidisiplin
Yang membedakan Riris dari banyak profesional muda lainnya adalah keahlian multidisiplin yang dimilikinya. Sebagai Financial Advisor aktif, ia terbiasa melakukan analisis mendalam terhadap profil keuangan klien, menyusun strategi investasi, dan memberikan rekomendasi pengelolaan aset. Pengalaman ini mengasah kemampuan analitis dan strategic thinking yang sangat dibutuhkan dalam fungsi pengawasan bank.
Di sisi lain, pengalaman manajerialnya sebagai Finance Manager di PT Buana Lautan Mas, Jakarta, memberikan pemahaman operasional tentang bagaimana departemen keuangan berfungsi dalam konteks bisnis nyata. Ia terbiasa menangani budgeting, forecasting, financial reporting, hingga koordinasi dengan auditor eksternal.
Standar Kompetensi Internasional
Sertifikasi Certificate Risk Management Officer (CRMO) yang dikantongi Riris menunjukkan penguasaannya terhadap framework manajemen risiko yang komprehensif. Sertifikasi ini mencakup pemahaman tentang berbagai jenis risiko—mulai dari risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, hingga risiko kepatuhan—yang sangat relevan dengan industri perbankan.
“CRMO memberikan toolkit untuk melakukan risk assessment, menyusun mitigasi risiko, dan membangun sistem early warning. Ini sangat krusial untuk fungsi komisaris yang harus mengawasi eksposur risiko bank,” jelas seorang praktisi manajemen risiko perbankan.
Paparan terhadap Standar Korporasi Tinggi
Pengalaman di Toyota Astra Motor Group memberikan Riris exposure terhadap kultur korporasi dengan standar governance yang tinggi. Di perusahaan multinasional seperti Toyota, sistem internal control, compliance framework, dan performance measurement dilakukan dengan sangat ketat. Pengalaman ini membekali Riris dengan benchmark tentang bagaimana institusi besar menjalankan tata kelola yang baik.
Saat ini, Riris juga tengah mendalami teori dan praktik terkini di bidang keuangan dan business marketing melalui program Magister Manajemen Ekonomi yang sedang ditempuhnya. Kombinasi antara praktik lapangan dan pendalaman akademis menciptakan perspektif yang seimbang antara pragmatisme dan rigor intelektual.
Perannya sebagai Bendahara Umum HIPMI Gorontalo juga menambah dimensi pemahamannya tentang ekosistem bisnis lokal dan kebutuhan sektor riil yang menjadi nasabah utama bank daerah.
“Keputusan pengangkatan ini didasari pada kebutuhan profil pendidikan dan pengalaman figur,” ujar Erwin Ismail, menegaskan bahwa kompetensi adalah pertimbangan utama.
Dengan kombinasi pendidikan berkelanjutan, pengalaman di berbagai sektor, sertifikasi profesional, dan pemahaman tentang ekosistem bisnis lokal, Riris Ismail membawa kompetensi berlapis untuk menjalankan fungsi pengawasan di Bank SulutGo.(rls)






















