
NEWSNESIA.ID (GORONTALO) – Perjalanan hidup sosok akademisi, Dr. Hasyim Mahmud Wantu, S.Ag, M.Pd.i, adalah kisah tentang dedikasi, kegigihan, integritas, dan kemajuan karier yang terbilang konsisten.
Ia memulai dari titik yang sederhana dan paling bawah sebagai marbot masjid atau badan pengelola masjid selama kurang lebih 10 tahun. Dari rumah suci itu, ia menyemai nilai keikhlasan, membangun kedisiplinan, dan menempa karakter tangguh dalam pengabdian. Di sinilah ia membangun kedisiplinan, ketulusan, dan spiritualitas yang kini membentuk fondasi kepemimpinannya.
Dari petugas marbot masjid inilah, kemudian karier Dr. Hasyim Mahmud Wantu dimulai dengan menanjak ke dunia akademik. Ia diangkat menjadi dosen di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Tak butuh waktu lama, kemampuannya dalam memimpin dan berpikir strategis membawanya masuk ke ranah pengawasan demokrasi, dipercaya menjadi Ketua Panwaslu Kabupaten Gorontalo, lalu melesat menjadi Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo.
Di posisi ini, ia tampil tegas, menjaga marwah dan asas demokrasi Pemilu dengan penuh integritas, meski harus menanggung risiko politik akibat keteguhan prinsip dan konsistensi atas integritas.
Usai dari Bawaslu, ia kembali ke IAIN Sultan Amai Gorontalo dan meniti jalur kepemimpinan akademik, pertama dipercaya sebagai Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu Internal, lalu dipercaya menjadi Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan kini menjabat sebagai Ketua Prodi PAI Pascasarjana (S2).
Kariernya yang terus menanjak menunjukkan komitmen pada mutu, reformasi kelembagaan, dan kepemimpinan yang visioner. Kini, Dr. Hasyim Mahmud Wantu siap mengambil tanggung jawab yang lebih besar, ia resmi mencalonkan diri sebagai Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo masa jabatan 2025-2029.
Pria kelahiran Batudaa 2 Desember 1970 ini membawa semangat transformasi, keberanian untuk melakukan terobosan, dan keberpihakan pada mutu pendidikan maupun kependidikan serta pengabdian tulus.
Dari marbot masjid hingga tokoh publik dan akademisi, karier Hasyim Mahmud Wantu adalah bukti bahwa kesungguhan, ilmu, dan integritas adalah kunci untuk naik ke tangga lebih tinggi sebagai bentuk pengabdian bagi daerah, bangsa dan negaranya.
Ia pun kini diyakini sebagai satu-satunya kandidat terkuat sulit ditaklukan lawan dari 11 calon yang tengah mengincar kursi rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo periode 2025-2029.(nn)




















