
POHUWATO-NN- Persoalan gas elpiji hampir menjadi keluhan setiap emak-emak disetiap daerah. Mulai dari gas elpiji yang langkah, sampai dengan harga yang tidak wajar akibat permainan dari pengecer.
Di reses yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Nirwan Due, di Desa Buntulia Jaya, Kecamatan Duhiadaa, permasalahan serupa juga tidak luput disampaikan oleh masyarakat.
Beruntung pada reses tersebut, hati emak-emak dibuat tenang dengan jawaban yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Pohuwato, Ibrahim Kiraman.
Ia menjelaskan bahwa, persoalan gas elpiji menjelang ramadhan ini sudah menjadi perhatian serius dari pemerintah, sehingga solusi-solusinya juga sudah disiapkan.
“Alhamdulillah untuk pemenuhan kebutuhan elpiji di bulan Ramadhan itu kita ada penambahan kuota yaitu 20 tabung setiap pangkalan,” tutur Ibrahim Kiraman.
Dirinya juga menegaskan, untuk praktek-praktek nakal dari setiap pangkalan yang menaikan harga, akan dikenakan sanksi. Tidak main-main kata Kiraman, dirinya akan mencabut izin operasi pangkalan.
“Kami juga butuh kerja sama masyarakat. Silahkan laporkan apabila ditemukan ada praktek kotor dengan penjualan elpiji. Laporkan ke saya, silahkan foto dan vidiokan. Dari teguran, apabila tidak dihiraukan, saya cabut izinya,” tegas Kiraman.
Sementara itu, Nirwan Due saat ditanya terkait persoalan itu menyampaikan bahwa, dirinya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop untuk penambahan kuota.
“Masalah yang sifatnya tidak berkonsentrasi pada anggaran daerah akan besok kami tindaklanjuti lewat rapat kerja dengan beberapa OPD terkait. Ada juga yang akan segera kami tindaklanjuti, tadi sudah bicara dengan pak kadisyang berhubungan dengan gas LPG, Pertamina, itu akan kami tindaklanjuti ke provinsi untuk penambahan kuota,” jelanya.Mus






















