
NEWSNESIA.ID (BOALEMO) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalem melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mengadakan sosialisasi Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik secara gratis pada ternak sapi, Jum’at, (30/01/2026).
Sosialisasi ini bertempat di Desa Botumoito dan Desa Hutamonu Kecamatan Botumoito yang dihadiri masyarakat peternak sapi. Menurut Kabid Peternakan dan Keswan, Soemari menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk tindak lanjut atas visi dan misi pemerintah Kabupaten Boalemo periode 2025-2030. Di mana, dalam mengembangbiakkan ternak sapi oleh Bupati Boalemo memprogramkan inseminiasi buatan secara cuma-cuma.
Ia mengatakan, para peternak sapi tidak perlu lagi mencari bibit pejantan unggul ketika ingin mengembangkan ternaknya, mereka cukup menghubungi petugas IB atau inseminator terdekat di wilayah setempat.
Selain mengadakan sosialisasi, juga dilakukan pemeriksaan kebuntingan hewan ternak sapi, pelayanan kesehatan hewan berupa penyuntikan vitamin, antibiotik dan vaksinasi PMK oleh petugas teknis yang sudah memiliki kompetensi khusus di bidang peternakan.
Dalam pelaksanaan IB tersebut disediakan straw berkualitas dari beberapa jenis pejantan unggul di antaranya semen/straw sapi Brahman, Simental, PO, Limosin, Belgian Blue dan Bali.
“Bagi peternak ingin hewan ternaknya mengikuti IB tidak perlu takut, karena petugas IB telah memiliki kualitas dan kompetensi serta pengalaman yang sudah mengikuti dan memiliki sertifikat pelatihan. Program IB ini pun tidak dipungut biaya atau gratis karena biaya tersebut sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Untuk periode 2026 ini, pemerintah daerah telah mengalokasi dana operasional dari APBD Kabupaten Boalemo untuk kegiatan IB sebanyak 2.000 dosis/ekor, sinkronisasi birahi 1.000 dosis/ekor, pemeriksaan kebuntingan 500 ekor, dan untuk petugas recording 1.000 ekor.
Jadi, diharapkan setelah adanya sosialisasi ini, seluruh peternak sapi dapat memahami pentingnya IB yang tujuannya meningkatkan mutu genetik ternak secara cepat, efisien, dan terukur. Teknik ini memungkinkan optimalisasi anakan sapi dengan kualitas terbaik dan nantinya akan berpengaruh pada aspek peningkatan ekonomi bagi para peternak.(nn)






















