
newsnesia.id, GORONTALO- Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili memprotes keras hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa (LB) Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang tidak mengakomodasi Provinsi Gorontalo dalam pengisian posisi komisaris.
“Selaku Ketua DPRD saya geram dengan perlakuan petinggi BSG dan semua pengambil kebijakan, yang tidak mempertimbangkan sedikitpun keikutsertaan daerah-daerah dalam penyertaan modal BSG, sekecil apapun madal yg diserahkan ke BSG itu harus di hormati, ini uang rakyat Provinsi Gorontalo,” tegas Thomas Mopili.
Thomas mengatakan, wajarlah kalo kepala daerahnya dari Gorontalo berang dan marah dalam menyikapi keputusan hasil RUPS LB, dan itu adalah representasi masyarakat Gorontalo.
“Tetapi tentunya kita harus bicarakan baik-baik, kita tidak boleh emosi, kita diskusikan baik-baik kalo memang Gorontalo sudah tidak dibutuhkan lagi, maka tentu kita akan mulai mempersiapkan diri memindahkan semua dana kita ke bank-bank yang ada di Gorontalo, sambil mulai dengan langkah pembentukan Bank Daerah,” kata Thomas.
Dirinya juga kata Thomas mendukung sepenuhnya langkah apa yang akan diambil oleh Gubernur Gorontalo. Pihaknya juga akan melibatkan masyarakat dalam memutuskan kemelut ini.
DPRD Provinsi Gorontalo juga kata Thomas Mopili, akan menggelar rapat dengar pendapat dengan Gubernur Gorontalo menyikapi putusan RUPS LB BSG.
“Sekembalinya gubernur dari Manado kita akang mintakan klarifikasi langsung dari Gubernur atas kejadian itu,” pungkas politisi Partai Golkar ini kepada newsnesia.id, Kamis 10 April 2025.(nn)























