
NEWSNESIA.ID, GORUT- Terhadap penanganan banjir di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara (Gorut), menurut Aleg Golkar, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lukum Diko, ada 2 titik prioritas yakni Desa Ilangata dan Desa Tolango.
“Pasalnya walaupun bukan musim hujan, air sudah sampai di pemukiman,” ungkapnya.
Walaupun memang di tempat tersebut tidak ada lagi mangrove, namun lokasi tersebut masih masuk dalam daerah kawasan lindung.
“Makanya saya tadi untuk lebih meyakinkan mereka tadi bahwa ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh masyarakat, saya menjamin diri saya dihadapan kejaksaan dan kepolisian, kalau memang berkonsekuensi hukum,” tegasnya.
Lukum menegaskan agar tidak memenjarakan rakyat, dirinya saja yang dipenjarakan.
“Asalkan ini diselamatkan dulu,” ujarnya.
Target, normalisasi sungai kalau untuk Ilangata, karena kondisi yang ada sawah sudah tenggelam, tahun ini akan dikerjakan lewat pokok pikiran.
“Dan saya sudah berikan anggaran lewat pokir saya dan ini telah dilakukan,” terangnya.
Disisi lain, pihak Balai Sungai menyampaikan bahwa mereka telah menerima surat dari Pemda Gorut bahwa Gorut darurat bencana banjir dan ini dapat segera dikerjakan.
“Dan dinas PU juga telah menyampaikan bahwa tinggal melengkapi administrasi saja dan tetap akan dikerjakan tahun ini,” paparnya.
Ternyata, kondisi sawah tenggelam tersebut sejak tahun 2017 silam, namun untuk saat ini semakin parah karena airnya tidak surut lagi, sudah seperti danau.
“Bahkan diatasnya sudah ada perahu, ada orang yang memancing, menjala dan sudah pasang sero. Posisi sungai sudah lebih rendah dari sawah,” tandasnya. (Adv/Rol)





















