
NEWSNESIA.ID – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Hamzah Sidik Djibran, menyoroti maraknya praktik penjualan BBM bersubsidi dengan harga tinggi oleh oknum pengecer di daerahnya.
Hal itu ia sampaikan melalui akun Facebook resminya, Selasa (12/05/2026) pagi, menanggapi keluhan warga soal harga eceran BBM yang tembus Rp20.000 hingga Rp25.000 per botol ukuran besar. Kenaikan itu umumnya beralasan karena biaya antrean di SPBU.
Hamzah menegaskan, usaha eceran BBM oleh masyarakat tetap harus didukung sebagai bagian dari ekonomi rakyat. Namun ia menolak jika keuntungan yang diambil sudah di luar batas wajar.
“Usaha rakyat tetap harus didukung, tetapi jika orientasinya mencari keuntungan berlebihan dengan membebani masyarakat, itu tidak bisa dibenarkan,” tegas Hamzah.
Ia menilai praktik tersebut masuk kategori profiteering atau mengambil keuntungan berlebihan di tengah kondisi langka. Di masyarakat, istilah ini lebih dikenal dengan “getok harga”.
Karena itu, Hamzah mendesak Pemda Gorontalo Utara bersama aparat penegak hukum segera menertibkan pengecer yang menjual BBM subsidi dengan harga tidak wajar.
Sebagai Ketua Fraksi Golkar, ia juga meminta pengawasan distribusi BBM subsidi diperketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk meraup untung berlebih.(*)




















