
GORONTALO-NN– Pemerintah Provinsi bersama lembaga dan pemangku adat menggelar musyawarah adat atau dulohupa lo ulipu dalam rangka pembentukan lembaga adat menuai kritikan.
Adapun pembentukannya yang merupakan amanah Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2016 tentang Lembaga Adat Provinsi Gorontalo perlu diorganisir secara baik dan benar. Jangan sampaikan memutuskan kepengurusan yang baru sementara pengurus lama telah terjadi dualisme, yakni dibawah kepemimpinan Bapak Karim Pateda dan Bapak Abdulah Paneo.
“Artinya dengan memutuskan Bapak AD. Khaly menjadi Ketua Lembaga Adat maka Lembaga Adat Provinsi Gorontalo sudah memiliki 3 orang Ketua,” ujar sejumlah pemerhati adat Gorontalo.
Sesuai berita yang dilansir media yang mengatakan bahwa sejumlah ketua dan pengurus lembaga adat kabupaten kota yang tidak hadir pada musyawarah tersebut menandakan pemilik suara tidak quorum dan dinyatakan tidak sah.
“Seharusnya lima Lembaga Adat Kabupaten Kota harus lengkap hadir. Karena ini bicara tentang Lembaga Adat apakah merestui pelaksanaan musyawarah adat tersebut atau tidak,” tambahnya.
“Kami menganggap bahwa Pj. Gubernur Hamka tidak mengecek, kroscek kondisi di masing-masing Lembaga Adat Kabupaten Kota dulu, apakah sudah sepakat dan setuju untuk membentuk kepengurusan yang baru, tetapi malah menambah kegaduhan di Gorontalo sebagai negeri serambi madinah,” tambanya lagi.
Sebagai khalifah, Pj. Gubernur harus bertanggung jawab. Kewajibannya adalah menyatukan dan mengharmoniskan dulu kedua tokoh Lembaga Adat kemudian melaksanakan Musyawarah Adat, jangan menambah-nambah masalah.
“Saya khawatir nantinya ditataran pelaksana adat buwatulo to wulongo sebagai pelaksana adat akan terjadi gesekan-gesekan, karena masing-masing memiliki figur dan ketokohan pada Ketua Lembaga Adat,” imbuhnya lagi.
“Kami juga mengingatkan bahwa Bapak AD. Khaly adalah ketua Lembaga Adat Kabupaten Gorontalo yang mengundurkan diri sebelum berakhir masa jabatan, maka perlu ada peninjauan kembali tentang komitmen dan konsistensi beliau menjadi ketua,” tambah yang lainnua saat berbincang dengan newsnesia.id.(NN)



















