
NN, GORONTALO – Lapangan Panah Perintis Archery Zone (PAZ) menjadi saksi semangat membara para pemanah Gorontalo.
Lomba Panahan Tradisional Se-Provinsi Gorontalo resmi digelar dan langsung menyedot antusiasme besar. Tak tanggung-tanggung, 86 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam agenda perdana yang dihelat Pengurus Provinsi (Pengprov) Panahan Indonesia (PI) Gorontalo.
Ajang ini diikuti pemanah dari Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo, hingga Bone Bolango, menandai geliat kebangkitan panahan tradisional di Bumi Serambi Madinah. Para peserta bersaing ketat di lima hingga enam kategori lomba, yang melibatkan kelas anak-anak hingga dewasa, demi memburu gelar juara terbaik.
Ketua PI Gorontalo, Handoko Helingo, menegaskan bahwa kejuaraan ini menjadi tonggak awal pembinaan panahan tradisional di daerah.
“Lomba Panahan Tradisional Se-Provinsi Gorontalo ini merupakan agenda perdana Pengprov PI Gorontalo dan diikuti 86 peserta dari berbagai daerah,” ujar Handoko, Kamis (25/12/2025).
Tak sekadar kompetisi, event ini juga mengusung misi besar: mempromosikan panahan tradisional sekaligus meningkatkan kualitas atlet-atlet muda Gorontalo agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
Dukungan pun datang dari KORMI Provinsi Gorontalo. Sekretaris KORMI Gorontalo, Ir. M. Rijal Syukri, menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis, bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga kebersamaan.
“Acara ini sangat penting karena dapat meningkatkan semangat olahraga dan mempererat tali silaturahmi antar atlet,” kata Rijal Syukri.
Lebih jauh, kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah penjaringan bibit atlet potensial yang nantinya diproyeksikan memperkuat Gorontalo pada event Foprov 2026 hingga Fornas 2027 di Sulawesi Tengah.
Dengan antusiasme tinggi dan atmosfer kompetitif yang kental, panahan tradisional Gorontalo kini tak lagi sekadar sasaran hobi. Bidikan prestasi sudah diarahkan ke panggung nasional. (Ns)



















