
NESWSNESIA.ID, POHUWATO – Kabupaten Pohuwato merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Gorontalo yang menggelar World Tourism Day (WTD) dalam beberapa tahun belakangan ini. Terhitung sejak tahun 2017-2022.
Bukan tanpa alasan, peringatan hari pariwisata sedunia ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada para wisatawan, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pohuwato.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pohuwato, Herman Abdullah saat diskusi santai dengan tajuk, Ngobrol Pesona Indonesia (Ngopi), di puncak Lelato Desa Lomuli, Kecamatan Lemito.
Herman juga mengatakan, dengan dikenalnya berbagai destinasi wisata di Kabupaten Pohuwato kedepan, akan membawa perubahan sosial ekonomi masyarakat ke tingkat yang lebih baik.
“Pohuwato satu satunya kabupaten yang merayakan ini sejak 2017, dan Alhamdulillah, mendapat respon baik dari Pemerintah Provinsi,” ungkapnya dihadapan hadirin yang mengikuti Ngopi, Senin malam (26/09/2022).
“Konsepnya ini adalah merampok wisatawan. Artinya, bagaimana para wisatawan bisa mengeluarkan uang untuk datang ke Pohuwato. Mulai dari biaya transportasi mereka dari tempat asal kesini. Sampai disini pasti butuh penginapan, butuh transportasi seperti bentor misalnya, butuh makan, dan lain-lain. Dengan begitu, akan banyak yang diuntungkan,” ungkapnya menambahkan.
Dalam diskusi “Ngopi” yang dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari berbagai elemen seperti, Aliasni Pecinta Alam Pohuwato (Alipapo), Burung Indonesia, sampai anak-anak dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Herman juga menjelaskan beberapa konsep dengan harapan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintahan daerah maupun provinsi.
“Semoga ini mendapat respon yang bagus dari pemerintah daerah ataupun mereka dari provinsi,” pungkasnya.(mus/NN)





















