
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara (Gorut), Ridwan Yasin disarankan mundur dari Aparatur Sipil Negara (ASN), jika serius maju di arena politik.
Hal ini disampaikan Sekertaris Partai Amanat Nasional (PAN) Gorut Herman Adam.
“Kita sarankan kalau maju di politik, mundur dari ASN. Agar kerja-kerja politik berjalan maksimal,” kata Herman Adam, Kamis (25/11/2021).
Heeman mengatakan, sampai saat ini nama Ridwan Yasih masih sebagai Calon Bupati Gorut sebagaimana rekomendasi yang dikeluarkan PAN Gorut beberapa waktu lalu.
Jika tak lagi berstatus ASN, kata Herman Adam, Ridwan akan lebih leluasa bersama PAN dan kader untuk melakukan agenda-agenda politik menghadapi Pilkada Gorut mendatang.
“Jika perlu mulai sekarang mundur. Sekali lagi agar mesin politik berjalan baik,” tambahnya.
Lanjut Herman Adam mengatakan, meski begitu pihaknya masih terbuka. Artinya, sikap partai tetap fleksibel dalam memainkan irama politik.
“Tak bisa dipungkiri, kita juga terus mengamati dan menganalisa perkembangan politik. Ada alternatif-alternatif yang akan kita tempuh kelak,” tambah Herman Adam.
Terlebih kata Herman Adam, politisi senior PAN Lukman Botutihe sebagai Calon Wakil Bupati nanti. Itu akan menjadi bargainning posisi untuk partai lain dan figur tertentu di Gorut.
“Kita lihat saja nanti perkembangan kedepan,” tandas Herman Adam.
Patut diakui, keberadaan Ridwan Yasin di Gorut selama ini menjadi ancaman figur lain. Gerakan birokrasi yang mapan mampu menembus simpati publik, ketika masih menjabat Sekda Gorut.
Sejumlah kalangan menilai figur seperti RY sapaan akrabnya sangat layak memimpin Gorut kedepan. Sayang, langkahnya di posisi Sekda Gorut terbentur badai hingga akhirnya dinonaktifkan.(NN)





















