Disnaker, ESDM dan Transmigrasi Gorontalo gelar FGD tentang Jaminan Mutu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
NEWSNESIA.ID – Kepala Dinas Tenaga Kerja ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo Wardoyo Mansur Pongoliu menyebut jika arah kebijakan pembangunan ketenagakerjaan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal agar bisa berdaya saing dan mandiri.
Hal ini menurutnya tentu akan berdampak pada peningkatan taraf hidup dan pendapatan tenaga kerja.
Meski begitu, untuk mencapai kualitas SDM yang mumpuni diperlukan suatu lembaga pelatihan yang harus bisa menjamin mutu pendidikan pelatihan.
“LPK di Gorontalo ini banyak, tapi sayangnya tidak semua sudah terakreditasi. Padahal akreditasi sebuah lembaga pelatihan itu penting sebagai jaminan mutu pendidikan pelatihan,” ujarnya pada Focus Grup Discussion yang digelar, Senin (20/5/2024).
Dirinya menekankan, peran lembaga pelatihan sangat penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Tidak hanya soal mutu, akan tetapi dengan terakreditas, suatu lembaga bisa diakui dan mampu bersaing untuk mendapatkan pengakuan formal.
“Dengan diakrediatasinya sebuah lembaga pelatihan tentunya lembaga pelatihan kerja itu telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pelatihan kerja baik bersifat KKNI maupun SKKNI dan internasional dan standar khusus,” ujarnya.
Olehnya, dirinya mendorong agar LPK yang belum terakreditasi dapat segera mengakreditasi lembaganya sehingga bisa mencetak tenaga-tenaga kerja yang handal sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Harapanya melalui FGD ini pemerintah akan terus mendorong LPK ini dapat terakreditas agar lembaga itu terdata dan diakui. Dan tentunya telah memenuhi standar yang telah ditentukan sehingga menghasilkan output tenga kerja sesuai yang dibutuhkan pasar kerja,’ imbuhnya.
Berdasarkan data dari Disnaker, ESDM dan Transmigrasi sebanyak 51 lembaga pelatihan yang belum terakreditasi dari 75 lembaga pelatihan yang tersebar di Provinsi Gorontalo. Jumlah tersebut belum termasuk dengan jumlah LPK yang tidak terdaftar.(NN)