
POHUWATO-NN- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.
Program tersebut turut menyentuh Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dengan menyasar satuan pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), termasuk sekolah swasta.
Di Kabupaten Pohuwato, program revitalisasi sekolah menjadi perhatian pemerintah daerah karena masih terdapat sejumlah bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lebih optimal.
Khusus di Kecamatan Lemito pada kegiatan Gerbang Pohuwato SIAAP, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Sekretaris Daerah, Iskandar Datau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Arman Mohamad, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi sekolah di SD Negeri 06 Lemito, Rabu (14/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Saipul juga menyampaikan testimoni terkait pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang merupakan bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Testimoni itu turut didampingi Sekda Iskandar Datau, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Arman Mohamad, Tim Ahli Bupati, Camat Lemito, Fatmah Katili, serta Kepala SDN 06 Lemito, Fitriwati Husain.
Bupati Saipul menjelaskan, peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pemerintah pusat di bidang pendidikan, khususnya revitalisasi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan dan membutuhkan pembenahan.
“Dalam rangkaian kegiatan Gerbang Pohuwato SIAAP di Kecamatan Lemito, kami menyempatkan diri mengunjungi program pemerintah pusat, dalam hal ini program Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui revitalisasi sekolah. Program ini menyasar satuan pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP,”ungkap Saipul.
Ia menyampaikan, berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, kurang lebih 48 satuan pendidikan telah mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi. Jumlah tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan, termasuk bagi sekolah-sekolah yang selama ini membutuhkan perbaikan.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan program yang diberikan kepada daerah kami. Program revitalisasi ini sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sekolah yang sudah mengalami kerusakan,”ujar Bupati.
Menurutnya, pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan merupakan kebutuhan mendasar dalam menunjang proses belajar mengajar. Ia mengungkapkan, sejumlah bangunan sekolah di Kabupaten Pohuwato telah berdiri sejak puluhan tahun lalu, termasuk bangunan yang dibangun sejak era 1970-an, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan secara bertahap.
Karena itu, program revitalisasi sekolah dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, terutama bagi satuan pendidikan yang kondisi bangunannya sudah rusak dan memerlukan perbaikan serius.
Saipul menyebutkan, Kabupaten Pohuwato memiliki sekitar 234 PAUD yang terdiri 110 TK, Kelompok Berman (KB) 115, Satuan PAUD Sejenis (SPS) 9, SD, 129 dan SMP 45. Dengan jumlah sekolah yang cukup banyak tersebut, kebutuhan terhadap perbaikan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan masih menjadi pekerjaan besar yang harus ditangani secara berkelanjutan.
“Kalau melihat jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Pohuwato, tentu masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian. Saat ini, kurang lebih 48 satuan pendidikan telah mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi. Kami berharap program ini terus berlanjut sehingga sekolah-sekolah yang kondisinya masih rusak dapat memperoleh kesempatan untuk diperbaiki,”jelasnya.Rls



















