
NN, GORONTALO– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat didampingi oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, meresmikan program revitalisasi sekolah di SMP Negeri 3 Telaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa (28/4/2026).
Revitalisasi sekolah adalah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto.
PHTC bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan publik, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Di sektor pendidikan, program ini fokus pada perbaikan fasilitas pendidikan yang meliputi revitalisasi sekolah dan madrasah, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
“Peresmian ini merupakan perwujudan dari Program Hasil Terbaik Cepat dari bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu revitalisasi sarana pendidikan. Kemendikdasmen menerjemahkannya melalui program pendidikan bermutu untuk semua, jadi orientasinya kualitas. Untuk mencapai itu salah satunya adalah tersedianya sarana pendidikan yang layak dan memadai,” kata Atip.
Kemendikdasmen pada tahun 2025 mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun dengan skema swakelola untuk revitalisasi 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Provinsi Gorontalo memperoleh alokasi anggaran Rp77,8 miliar untuk revitalisasi 105 sekolah. Dari jumlah itu, yang diresmikan oleh Wamendikdasmen sebanyak 29 sekolah untuk semua jenjang pendidikan.
“Dengan skema swakelola dapat memfasilitasi pergerakan ekonomi masyarakat. Materialnya dibeli dari masyarakat, yang mengerjakannya juga masyarakat dengan penanggujawabnya kepala sekolah. Sehingga akan lahir sense of responsibility, rasa memiliki,” tutur Wamendikdasmen.
Khusus untuk SMP Negeri 3 Telaga memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp1,436 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan laboratorium komputer, sanitasi, rehabilitasi dua ruang kelas, rehabilitasi laboratorium IPA, serta rehabilitasi toilet.
“Saya ingatkan adalah pemeliharaannya. Jangan sampai sebulan kemudian menjadi kotor kembali,” pungkas Atip.(rls/NN)





















