
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Penampilan penyanyi solo sekaligus pencipta lagu kenamaan asal Bandung, Yura Yunita, menjadi salah satu daya tarik utama pada malam puncak Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026.
Masyarakat yang ingin menyaksikan penampilan Yura Yunita dapat memperoleh tiket mulai dari harga Rp259 ribu hingga 450 ribu yang terbagi dalam 3 kategori.
Menariknya, seluruh nilai tiket tersebut dapat dibelanjakan untuk membeli produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam HARFEST 2026.
Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, mengatakan harga tiket yang dibanderol dengan harga tinggi itu, Bank Indonesia tak mengambil keuntungan sepeser pun, seluruhnya dibelanjakan untuk produk UMKM.
“Bank Indonesia dan pemerintah daerah tidak akan mengambil sepeser pun dari hasil penjualan tiket. Cukup membeli produk UMKM senilai harga tiket tersebut,” ujar Ciptoning.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga turut memberikan dampak langsung terhadap pelaku UMKM lokal.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bambang Satya Permana menyampaikan pelaksanaan Harfest dan GKK 2026 ini merupakan sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Dekranasda Provinsi Gorontalo, serta berbagai mitra strategis dalam memperkuat kekayaan budaya. Hal ini sebagai fondasi pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
“Melalui HARFEST, kami ingin membuka ruang yang lebih luas agar UMKM dapat meningkatkan kualitas dan inovasi produk, bertemu dengan buyer besar dan konsumen ritel, memperoleh akses pembiayaan, memanfaatkan digitalisasi, serta membangun jejaring usaha yang berkelanjutan,” ujar Bambang Satya Permana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
Selain menghadirkan beragam agenda pengembangan UMKM, HARFEST x GKK 2026 juga diarahkan menghasilkan capaian bisnis yang terukur melalui business matching. Fasilitasi penjualan ditargetkan mencapai Rp4,2 miliar melalui pertemuan UMKM dengan buyer, off-taker, aggregator, reseller dan jaringan ritel. Business matching UMKM tidak hanya dengan buyer lokal, namun juga untuk tujuan ekspor.
Sementera business matching pembiayaan ditargetkan sebesar Rp550 juta melalui sinergi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan. Pada sisi lain, seluruh ekosistem festival juga akan diperkuat dengan perluasan akseptasi pembayaran digital melalui penggunaan QRIS di area kegiatan, sehingga transaksi selama festival semakin mudah, cepat dan inklusif.
Sejak 2010, Bank Indonesia terus mendukung program pengembangan Karawo melalui peningkatan kualitas, desain dan perluasan akses pasar. Inovasi juga terus didorong, antara lain melalui perpaduan Karawo dengan eco-printing serta pengembangan TENUKALA—Tenun, Karawo dan Leaf Arts yang berhasil masuk Top-20 Impactful Program Citra Nusa.
Penguatan turut dilakukan terhadap UMKM kerajinan dan pangan berbasis komoditas unggulan Gorontalo hingga pengembangan kopi Liberika yang telah memperoleh predikat Specialty Coffee.
Kolaborasi dengan GKK semakin memperkuat pendekatan tersebut. GKK yang kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) menjadi ruang strategis untuk semakin memperkuat Karawo sebagai identitas Gorontalo di tingkat nasional. Daya tarik karnaval diharapkan mampu meningkatkan kunjungan dan eksposur pariwisata.
Sementara itu, festival menjadi ruang untuk menghubungkan arus pengunjung dengan aktivitas ekonomi, sehingga peningkatan kunjungan dapat turut mendorong nilai tambah bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata daerah.
















