
NEWSNESIA.ID, GORONTALO — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail terus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil. Meski Rasio Desa Berlistrik (RDB) Provinsi Gorontalo telah mencapai 100 persen, masih terdapat sejumlah dusun dan rumah tangga yang membutuhkan perluasan akses listrik, terutama wilayah yang belum terjangkau jaringan PLN.
Capaian RDB 100 persen tersebut ditandai dengan masuknya layanan listrik ke Pulau Dudepo pada Agustus 2026. Selanjutnya, pemerintah daerah mengarahkan perhatian pada perluasan akses hingga ke tingkat dusun dan rumah tangga.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Desa (Lisdes) 2026–2029 yang digelar di Kantor PLN UP3 Gorontalo, 24–25 September 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Gorontalo, PT PLN (Persero), pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Pongoliu, mengatakan sinkronisasi diperlukan agar pembangunan jaringan listrik dapat direncanakan secara terukur dan tepat sasaran.
Menurutnya, setiap lokasi perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kesiapan masing-masing wilayah, termasuk pemenuhan persyaratan yang dibutuhkan sebelum pembangunan dilakukan.
Dalam forum tersebut, pemerintah dan stakeholder terkait menyinkronkan 48 lokasi usulan perluasan akses listrik. Rinciannya, 17 lokasi berada di Kabupaten Gorontalo, 8 lokasi di Kabupaten Pohuwato, 15 lokasi di Kabupaten Boalemo, dan 8 lokasi di Kabupaten Bone Bolango.
Kementerian ESDM selanjutnya akan melakukan verifikasi terhadap seluruh usulan. Lokasi yang memenuhi persyaratan akan dibangun secara bertahap dalam periode 2026 hingga 2029.
Sementara itu, PLN UP2K Gorontalo menyampaikan rencana pembangunan jaringan listrik pada 17 lokasi melalui Program Lisdes pada 2026. Sejumlah lokasi di Kabupaten Gorontalo telah masuk dalam rencana pembangunan, sedangkan lokasi lainnya masih membutuhkan proses perizinan dan kesiapan kawasan.
Selain Program Lisdes, perluasan akses listrik juga dilakukan melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Pada 2026, sebanyak 2.790 rumah tangga di Provinsi Gorontalo menjadi sasaran program tersebut.
Jumlah 2.790 rumah tangga tersebut merupakan sasaran BPBL dan tidak sama dengan 48 lokasi yang diusulkan melalui Program Lisdes. Kedua program memiliki bentuk intervensi yang berbeda, namun sama-sama diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap listrik.
Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kementerian ESDM, PLN, pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder terkait akan terus mengawal pemutakhiran data, verifikasi lokasi, pemenuhan persyaratan hingga pelaksanaan pembangunan.
Dengan RDB yang telah mencapai 100 persen, perhatian pemerintah kini diarahkan untuk memastikan layanan listrik semakin menjangkau masyarakat di dusun dan rumah tangga yang masih belum terlayani.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus memastikan manfaat akses listrik dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.(NN-07)

















