
NEWSNESIA.ID, SULTENG- Diduga kesal tak mendapatkan bantuan pembuatan jamban keluarga dari pemerintah, H, seorang warga asal Desa Paisumosoni, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, melempari kantor desa dengan kotoran manusia.
Peristiwa ini terjadi sekitar tiga pekan lalu.
“Dia protes,” kata La Ando, Ketua BPD Desa Paisumosoni, saat dikonfirmasi awak media tentang kebenaran kejadian tersebut, Jumat (29/10/2021).
Menurut La Ando, aksi pelemparan kotoran manusia oleh H bukan hanya di kantor desa saja. Kantor BPD juga menjadi sasaran kemarahan warga tersebut. Pihaknya tersentak setelah mendapati kantornya telah berserakan kotoran di lantai. Samsuri, salah satu anggota BPD, terpaksa mengambil alih tugas membersihkan tinja dengan bau menyengat.
“Kotorannya berserakan di lantai. Bau. Orang itu (warga) melemparinya (kotoran manusia) pakai kantong plastik,” ujar La Ando menerangkan kejadian itu.
Dikonfirmasi langsung lewat sambungan telepon, H mengaku keberatan dengan proses pembagian bantuan. Menurutnya pemerintah desa tidak adil, pasalnya para penerima sebagiannya merupakan aparat desa, sementara dirinya yang warga biasa tak mendapatkan.
“Mereka (pemdes), berdalih bahwa saya waktu itu tak ada di tempat (desa). Jadi mereka sudah menyerahkan KTP orang yang ada di kampung,” ucap H.
Ditanyai soal sumber bantuan jamban tersebut H mengaku kurang tahu jelas apakah dari kabupaten ataukah dari desa (Dana Desa). Dirinya hanya tahu, bantuannya disalurkan dalam bentuk uang sebesar Rp. 3 Juta per Kepala Keluarga (KK) atau penerima.
“Ada 12 orang yang menerima. Masa aparat desa dapat, bahkan ada anggota BPD juga dapat sementara kita yang membutuhkan tidak dikasi,” ujar H dengan nada kesal.(sm)



















