
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Aktivis sekaligus dosen, yang dikenal cukup dekat dengan berbagai event publik, alumni doktoral Universits Negeri Jakarta (UNJ), Sahmin Madina, meluncurkan Forum Diskusi Publik bernama ‘Suara Kampus’.
Suara Kampus, yang disiarkan langsung via jejaring sosial itu hombesnya di Fakultas ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Diskusi ini menyuguhkan alternatif tontonan yang punya nilai edukasi tanpa kontroversi.
Belakangan ini, program diskusi-diskusi dalam tayangan YouTube dengan format podcast bukan barang baru lagi. Mulai dari tema serius hingga santai bertaburan bak jamur di musim hujan.
Dan imbasnya, para pembuat disksusi untuk publik Suara Kampus seolah ‘bertarung’ membuat konten mereka bisa menghadirkan sebuah tayangan kontroversial guna menarik pemirsa.
Dr. Sahmin Madina yang memiliki jejaring luas skala lokal bahkan nasional, juga dekat dengan para jurnalis nasional menyebut, Suara Kampus tak mengajar sisi provit, kontroversi.
Tapi fokus pada syiar dan informasi publik sebagai wujud edukasi yang substansi dan komphrensif untuk publik.
“Biarkan saja mengalir apa adanya,biar pendengar, pemirsa, netizen banyak pilihan,” jelas Sahmin Madina.
Tema besarnya kata Sahmin Madina, adalah forum diskusi publik “Suara Kampus” ini sebagai sarana membangun ingatan kita untuk tetap menyuguhkan berita-berita yang terbaik untuk publik,” papar Sahmin Madina.
Sahmin Madina mangaku tak terpengaruh pada banyak diskusi-diskusi publik lainya dengan berbagai konten.
“Nggak ada masalah soal itu, mau model apa diskusinya itu sah-sah saja dan makin banyak konten diskusi makin baik,“ tambah Sahmin Madina.
Pilihan nama “Suara Kampus” menerutnya sebagai cerminan tokoh intelek yang berbicara adalah orang yang punya wawasan dan kapasitasnya.
Di Gorontalo bahkan di Indonesia punya banyak tokoh-tokoh senior yang jam terbangnya sudah lebih menarik untuk disimak, walaupun tidak tertutup kemungkinan yang muda -muda juga punya banyak hal menarik juga bisa disimak.
Soal sukses atau tidaknya sebuah konten diskusi, Sahmin Madina memasrahkan penilaian datang dari publik.
“Targetnya Suara Kampus memang siapa saja, tak harus konsen pada diskusi ilmiah atau milleneal. Publik bebas memilih,“ papar Sahmin Madina.
Walau terkesan santai, dosen yang dikenal gaul ini mengaku tak melupakan proses kreativitas dan perencanaan bersama tim yang terstruktur dalam merancang dan membuat ‘Suara Kampus’.
“Ada sejumlah mahasiswa-mahasiswi dan dosen-dosen muda termasuk dalam tim yang mendukung saya dibalik’Suara Kampus’ mereka menyiapakan hal teknis melakukan riset dan sekumlah hal lain terkait ‘Suara Kampus’ sabagian adik yunior saya di HMI yang jadi produser eksekutif di ‘Suara Kampus’,” beber pria yang juga pengiat jurnalistik ini.
Untuk episode suara kampus sudah memasuki episode ke IX yang tayang setiap Kamis pukul 13.00-15.00 wita dengan menamlilkan berbagai tema dan narasumber kompeten.
“Semoga konten ‘Suara Kampus’ menjadi reperensi bagi audence dan nitizen dan seluruh pemirsa,” pungkas Sahmin Madina.(NN)



















