
NN, GORONTALO – Benar-benar panas. Itulah dinamika yang terjadi jelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo.
Selain karena agenda pemilihan yang ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan, bursa calon ketua mulai memicu perdebatan internal terkait netralitas organisasi dari panggung politik praktis.
Saat ini terdapat tiga nama kandidat yang santer bersaing untuk memperebutkan kursi Ketua Kadin Gorontalo, yakni Andi Ilham, Fauzan Fadel Muhammad, dan Aldy Uloli.
Perdebatan mencuat setelah salah satu kandidat mulai dikaitkan dan digadang-gadang oleh kelompok pendukungnya untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo mendatang.
Kondisi ini memantik respons kritis dari sejumlah anggota aktif Kadin daerah yang menginginkan organisasi tetap fokus pada pengembangan iklim usaha profesional.
“Kalau sasarannya Pilkada, maka baiknya fokus di politik dulu. Jangan jadikan Kadin sebagai batu loncatan,” ujar salah seorang anggota Kadin Provinsi Gorontalo, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, nakhoda Kadin Gorontalo ke depan idealnya diserahkan kepada figur yang berkomitmen penuh di jalur profesional demi memastikan program-program kemitraan ekonomi berjalan optimal, bukan sekadar dijadikan panggung popularitas temporal atau aksi ‘aji mumpung’.
Ia kemudian memberikan komparasi terhadap sikap politik Erwin Ismail. Meski merupakan putra dari Gubernur Gorontalo sekaligus seorang politisi, Erwin memilih untuk tidak ikut berebut kursi di organisasi saudagar tersebut dan memberikan kesempatan kepada representasi kalangan profesional murni.
Sebagai informasi, dari tiga kandidat yang muncul di bursa calon Ketua Kadin Provinsi Gorontalo saat ini, dua di antaranya memang merupakan putra dari para mantan pejabat teras dan tokoh besar di Bumi Serambi Madinah.(rls/NN)




















