Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Ribuan Saksi-Saksi Yehuwa di Antara Jutaan Korban Naziisme

by NN Indonesia
26 Januari 2022
in Opini
Reading Time: 2 mins read
Sumber:www.jw.org

Oleh: Harold Kawengian dan Franky Padang- Bagian Humas, Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia Region 4

 

Pada 27 Januari, dunia akan memperingati Hari Peringatan Holocaust Internasional, sebuah tanggal simbolis untuk memperingati para korban Naziisme.

Jutaan orang menjadi target teror kejam Nazi dengan alasan ideologi biologis, kebangsaan, atau politik. Tetapi fakta ini kurang diketahui: di antara para korban Nazi, ada ribuan Saksi-Saksi Yehuwa yang menderita karena mempertahankan iman Kristen mereka.

Saksi-Saksi Yehuwa, yang saat itu juga dikenal sebagai Siswa-Siswa Alkitab, adalah ”satu-satunya kelompok yang dianiaya hanya karena keyakinan agama mereka selama Kekaisaran Ketiga (Third Reich)”, kata Profesor Robert Gerwarth .

Rezim Nazi mencap Saksi-Saksi sebagai ”musuh negara”, menurut Sejarawan Christine King, karena ”terang-terangan menolak unsur [Naziisme] sekecil apa pun yang tidak sesuai dengan iman dan kepercayaan mereka.”

Karena alasan keagamaan, Saksi-Saksi yang netral secara politik menolak memberi salut ”Heil Hitler”, mengambil bagian dalam tindakan rasis dan kekerasan, atau bergabung dengan tentara Jerman.

Selain itu, ”dalam literatur mereka, mereka secara terbuka mengungkapkan kejahatan rezim ini, termasuk apa yang terjadi pada orang-orang Yahudi”, kata King.

Saksi-Saksi Yehuwa termasuk yang pertama dikirim ke kamp-kamp konsentrasi. Di sana, mereka mengenakan seragam yang unik dengan simbol segitiga ungu.

Ada sekitar 35.000 Saksi-Saksi Yehuwa di bagian Eropa yang dikuasai oleh Nazi, dan lebih dari sepertiganya menderita karena penganiayaan secara langsung.

Sebagian besar dari mereka ditangkap dan dipenjarakan. Ratusan anak-anak mereka dibawa ke rumah-rumah atau panti asuhan Nazi.

Sekitar 4.200 Saksi-Saksi Yehuwa dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi Nazi. Pemimpin terkemuka Detlef Garbe menulis, ”Para penguasa NS [Nazi] menyatakan niat mereka untuk benar-benar melenyapkan Siswa-Siswa Alkitab dari sejarah Jerman.” Kira-kira 1.600 Saksi-Saksi Yehuwa meninggal, 370 dihukum mati.

Nazi berupaya mematahkan keyakinan agama Saksi-Saksi dengan menawarkan kebebasan kepada mereka asalkan mereka bersumpah akan patuh.

Erklärung, atau pernyataan, standar (mulai diterbitkan pada tahun 1938) mengharuskan mereka yang tanda tangan untuk meninggalkan iman mereka, mengadukan Saksi-Saksi lainnya ke polisi, tunduk sepenuhnya kepada pemerintahan Nazi, dan membela ”tanah air” dengan angkat senjata.

Petugas penjara dan kamp sering menggunakan penyiksaan dan pengurangan jatah makanan untuk membujuk Saksi-Saksi agar mau tanda tangan. Menurut Garbe, ”sangat sedikit” Saksi-Saksi yang meninggalkan iman mereka.

Geneviève de Gaulle, keponakan dari Jenderal Charles de Gaulle dan anggota dari Perlawanan Prancis, mengatakan tentang tahanan wanita yang adalah seorang Saksi di kamp konsentrasi Ravensbrück, ”Yang sangat saya kagumi dari mereka adalah bahwa mereka bisa keluar kapan saja hanya dengan menandatangani surat penyangkalan iman mereka. . . .

Pada akhirnya, para wanita ini, yang tampak sangat lemah dan lelah, ternyata lebih kuat dari SS, yang memiliki kekuasaan dan segala cara yang mereka miliki.

Para wanita ini memiliki kekuatan, dan itu adalah tekad mereka yang tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.”

Kegagalan Nazi dalam menekan Saksi-Saksi Yehuwa berlawanan dengan upaya Nazi untuk menanamkan kepatuhan di masyarakat sebelum dan selama masa Holocaust.

Perlawanan tanpa kekerasan dari orang-orang biasa terhadap rasisme, nasionalisme ekstrem, dan kekerasan patut direnungkan dengan mendalam pada Hari Peringatan Holocaust Internasional ini.(*)

 

Tags: Saksi Saksi Yehuwa Indonesia
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Headline

Pertemuan Trump – Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

17 Mei 2026
Next Post
Matran Lasunte-newsnesia.id

Matran Lasunte Usul Satu Desa Satu Nakes

Abdullah Amas

Kekasih "Iwan Fals" Dan Satu Jari

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Keterangan Foto : Rombongan Kontingen BPD HIPMI Gorontalo. (foto. RAP)

Berkelas! Sikap BPD HIPMI Gorontalo Tuai Pujian di Arena Munas XVIII   

2 hari ago
Suasana Munas HIPMI XVIII di Lampung.

Elegan & Bermartabat, Tokoh Senior Bangga Atas Sikap BPD HIPMI Gorontalo di Arena Munas XVIII

2 hari ago
Keterangan Foto : Pembukaan Temu Jurnalis Gorontalo 2026.

Bersaing Dijalanan, Bersatu di Pangkalan’, Temu Jurnalis Gorontalo 2026 Resmi Dihelat

15 jam ago
Keterangan Foto : Afifuddin Kalla saat memberikan apresiasi atas sikap loyal BPD HIPMI Gorontalo dibawah komando Ketum Ulie Anwar.

Setia Hingga Akhir, Afifuddin Kalla Puji Sikap Ketum Ulie Anwar & Kontingen BPD HIPMI Gorontalo

2 hari ago
Sumber:www.jw.org

Ribuan Saksi-Saksi Yehuwa di Antara Jutaan Korban Naziisme

4 tahun ago
Polisi saat melakukan penggerebekan judi domino di Desa Mohungo Boalemo.(f.istimewa)

Polres Boalemo Bongkar Praktek Judi Domino, Dua Oknum ASN Dibekuk

6 tahun ago
Gedung DKPp RI-(f.ist)

Ketua dan Anggota KPU Sulut Akan Diperiksa DKPP

3 tahun ago
f.hms

Media Center PENAS Kantongi Lisensi Nobar Piala Dunia

2 hari ago
f.hms

Media Center PENAS Siap Difungsikan

2 hari ago
f.hms

Sidak, Wagub Idah Temukan Sisa Makanan Menumpuk di SPPG

2 hari ago

Terbaru

f-hm
Headline

Perkuat Sinergitas Penanganan Hukum, Kajari Kotamobagu – Bupati Boltim Teken MoU

by NN Indonesia
12 Juni 2026
0

f-hm NEWSNESIA.ID, KOTAMOBAGU - Dalam rangka memperkuat sinergitas dalam penanganan masalah hukum, Kejaksaan Negeri Negeri (Kejari) Kotamobagu...

Keterangan Foto : Pembukaan Temu Jurnalis Gorontalo 2026.

Bersaing Dijalanan, Bersatu di Pangkalan’, Temu Jurnalis Gorontalo 2026 Resmi Dihelat

12 Juni 2026
Suasana Munas HIPMI XVIII di Lampung.

Elegan & Bermartabat, Tokoh Senior Bangga Atas Sikap BPD HIPMI Gorontalo di Arena Munas XVIII

11 Juni 2026
f.hms

Media Center PENAS Kantongi Lisensi Nobar Piala Dunia

11 Juni 2026
f.hms

Presiden RI Dijadwalkan Hadir pada Puncak PENAS 2026 di Gorontalo

11 Juni 2026
f.hms

Enam Extra Flight Layani Peserta PENAS

11 Juni 2026
f.hms

Sidak, Wagub Idah Temukan Sisa Makanan Menumpuk di SPPG

11 Juni 2026
f.hms

Wagub Idah ke Pelaku UMKM: Hindari Pinjaman ke Rentenir dan Pinjol

11 Juni 2026
f.hms

Media Center PENAS Siap Difungsikan

11 Juni 2026
f.hms

Sukseskan PENAS, Rute Kapal dan Pesawat Dirubah

11 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.