
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Mulai menerapkan retribusi non tunai, Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Pendistribusian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), menggeler sosialisasi ke para pedagang, Senin (15/08/2022).
Sosialisasi yang berlangsung di pasar Popayato itu mendapat respon positif dari para pedagang. Terlihat dari puluhan pedagang yang antusias menghadiri kegiatan sosialisasi tersebut.
Kepala Dinas Perindagkop, Ibrahim Kiraman mengatakan bahwa, tujuan pemberlakuan sistem ini tidak lain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, sehingga target tahun depan, semua pasar yang dikelola oleh dinas sudah menerapkan sistem retribusi non tunai, baik itu QRIS maupun SROBERI.
Ia juga menyampaikan, untuk pemberlakuan retribusi non tunai ini sudah dimulai sejak seminggu, yang di mulai diterapkan di pasar Marisa.
“Targetnya, tahun depan semua pasar yang dikelola oleh dinas Perindagkop sudah menerapkan sistem ini, baik itu dengan metode QRIS maupun SROBERI, dan ini dilakukan untuk meningkatkan PAD kita. Untuk sekarang, kita masih fokus pada pendataan dan pembukaan rekening,” ungkap Kadis Ibrahim Kiraman saat diwawancarai.
“Ini kita sudah mulai di pasar Marisa, dan alhamdulilah sudah seminggu ini berjalan dengan lancar, bahkan mendapat apresiasi dari para pedagang. Kami akan bergeser ke pasar mingguan yang dimulai dari pasar Popayato,” ujarnya menambahkan.
Terakhir, mantan Camat Duhiadaa itu berharap agar, para pedagang bisa bekerjasama dengan baik dengan dana dalam penerapan sistem retribusi non tunai ini.(adv/mus)



















