
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap 45 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kota Gorontalo di Maqna Hotel, Rabu (4/1/2023) berlangsung unik. Seluruh anggota PPK saat dilantik mengenakan pakaian adat.
Dalam sambutanya, Sukrin Tayib menyampaikan bahwa integritas merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh seorang penyelenggara.
“Menjadi seorang penyelenggara Pemilu, yang pertama adalah harus memiliki Integritas. Integritas ini merupakan perpaduan dari nilai, komitmen dan konsisten. Integritas akan terwujud dengan dua hal yakni, adanya kemampuan Intelektual dan moral kapaciti. Untuk membangun kemampuan intelektual anggota PPK harus membaca regulasi, memahami regulasi dan menerapkan regulasi. Moral kapaciti yang ada didalam diri penyelenggara akan menjadikan integritas tetap terjaga,” tegas Sukrin Tayib.
Masih kata Sukrin, sebagai penyelenggara juga harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan mitra/partner kerja KPU agar informasi dapat tersampaikan dengan baik.
Olehnya itu Sukrin menekankan kepada anggota PPK tidak hanya fokus pada rapat, pleno dan rutinitas tahapan. Anggota PPK harus mampu menyelesaikan masalah yang timbul dilapangan dan tidak bergantung kepada KPU, namun sinergi dan koordinasi harus selalu dijaga. Sukrin juga berharap agar selalu menjaga amanah dan mampu memposisikan diri pada posisi netral.
Terakhir, Sukrin menjelaskan terkait mengapa KPU Kota Gorontalo memilih pakaian adat untuk dikenakan oleh anggota PPK pada acara pelantikan.
“Mengenakan pakaian adat ini merupakan kesepakatan pada saat pleno. Tujuanya adalah agar kepada seluruh anggota PPK ketika menjadi penyelenggara tidak lupa dengan yang namanya Lokal Wisdom dan bahwa di Gorontalo menjunjung tinggi prinsip “Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah,” papar Sukrin Tayib.
Pada pelantikan ini, turut hadir dan memberikan sambutan Walikota Gorontalo, Dr. H. Marten A. Taha, SE., M.Ec. Dev, Anggota KPU Provinsi Gorontalo Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Sophian Rahmola, Divisi Sosdiklih dan Parmas Selvi Katili.(NN)






















