
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Pernyataan Ketua HMI Cabang Limboto yang menyoroti KPU Kabupaten Gorontalo dan menyebut tidak profesional soal rekruitmen Panitia Pemungutan Suara (PPS), mendapat tanggapan dari Anggota PPS Desa Gandaria Kecamatan Tolangohula. Dinilai, pernyataan Ketua HMI Cabang Limboto Maskun Nuna rancuh, karena tidak paham regulasi soal rekruitmen badan adhoc.
Rizki Budji kepada newsnesia.id mengatakan, sebagai kader HMI dirinya malu dengan pernyataan Ketua HMI Cabang Limboto Maskun Nuna tersebut.
“Saya sebagai kader Hijau Hitam merasa malu. Karena seorang Ketua HMI Cabang tidak memahami dulu konteks, langsung membuat pernyataan di media. Jadinya pernyataan itu jadi candaan orang-orang,” ketus Rizki Budji.
“Terkesan Ketua HMI Cabang Limboto dimanfaatkan untuk mendiskreditkan lembaga KPU. Atau misalnya hanya karena ada kepentingan yang belum diakomodir oleh KPU, kemudian menyerang KPU. Itu tidak gentel,” tambah Rizki Budji.
Patut dipahami kata Rizki Budji, soal rekruitmen badan adhoc PPS yang disoroti Ketua HMI Cabang Limboto, KPU berpedoman pada regulasi, yakni UU No 7 Tahun 2017 yang telah dirubah dengan Perpu No 1 Tahun 2022. Kemudian regulasi turunannya adalah PKPU No 8 Tahun 2022 dan Keputusan KPU No 534 tentang pedoman pembentukan badan adhoc.
Sebagaimana yang disoroti oleh Ketua HMI Cabang Limboto bahwa pihaknya menemukan adanya Anggota PPS yang ternyata masih ada namnya di Sipol, itu diatur dalam ketentuan tersebut.
“Dimana, jika namanya ada di Sipol atau dukungan Bakal Calon DPD dan yang bersangkutan merasa namanya dicatut maka dia wajib membuat surat pernyataan. Itu jelas dalam pedoman pembentukan badan adhoc. Formatnya ada,” tegas Rizki.
Lebih jauh Rizki mengatakan, proses seleksi menjadi badan adhoc di KPU Kabupaten Gorontalo sangat ketat. KPU juga tidak mau kecolongan, sehingga hal-hal teknis individu calon badan adhoc baik PPK, PPS maupun Pantarlih dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan selalu berpedoman pada ketentuan yang ada.
“Saya minta agar pahami dulu kontes, baca aturan KPU, pedomannya, sehingga pernyataan yang disampaikan ke media tidak malah terkesan menjatuhkan lembaga HMI itu sendiri sebagai organisasi intelek. Saya juga kader HMI,” pungkas Rizki Budji.(NN)


















